Jumat, 28 Mei 2010
MIKROBIOLOGI MAKANAN
Beberapa organisme tumbuh dan menghasilkan metabolit yang mempengaruhi kualitas makanan yang diperhitungkan dan tidak diperhitungkan. Sebagai contoh, fermentasi laktat susu merupakan sebuah perubahan kerusakan yang diperhitungkan, sementara pengasaman wine merupakan kerusakan mikrobiologi yang tidak diperhitungkan. Beberapa kerusakan mikrobiologi juga menghasilkan metabolit yang sangat beracun bagi manusia dan hewan. Misalnya racun yang dihasilkan oleh clostridia dalam makanan yang berprotein serta aflatoksin yang dihasilkan oleh aspergilli dalam beberapa jenis makanan.
Secara umum, makanan membawa mikroorganisme yang umumnya bersifat saprofit. Keberadaan mikroorganisme di dalam makanan tidak dapat dihindari, mereka ada sejak terkontaminasi oleh lingkungan dimana makanan dipersiapkan dan diproses. Penghilangan secara total juga sangat sulit dilakukan. Bagaimanapun pengurangan jumlah dan penurunan aktivitas mikroorganism dapat dilakukan dengan memperbaiki kondisi lingkungan. Pengetahuan mengenai faktor-faktor yang sesuai dan yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme penting untuk mengerti prinsip-prinsip kerusakan dan pengawetan makanan.
Kontaminasi Awal Bahan Makanan Segar
Makanan yang dikonsumsi oleh manusia dan hewan dapat diklasifikasikan menjadi 8 (delapan) kelompok diantaranya serealia dan produk-produk serealia, sayuran, buah, susu dan produk susu, daging dan unggas, telur, makanan laut, gula dan produk-produk gula. Kadang hanya dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu produk tanaman dan hewan.
Makanan juga dapat dikelompokkan berdasarkan stabilitas dasarnya, menjadi:
1. Makanan yang mudah rusak (perishable) seperti daging dan ikan.
2. Makanan yang agak mudah rusak (semiperishable) seperti kentang.
3. Makanan yang stabil seperti serealia, tepung dan gula.
Beberapa makanan yang stabil dan semi stabil menjadi makanan yang mudah rusak dibawah kondisi lembab.
Produk-produk Tanaman
Jaringan dalam keseluruhan, tanaman-tanaman yang sehat serta buah-buahan selalu bebas oleh mikroorganisme. Bagaimanapun, permukaan luar dari produk-produk tanaman dikontaminasi oleh mikroorganisme yang berasal dari tanah, udara, serangga, manusia yang menangani produk serta kemasan-kemasan. Serealia, sepanjang dalam kondisi kering, dapat disimpan untuk waktu yang cukup lama, asalkan tidak ada serangga.
Produk-produk gula mengandung kadar air rendah umumnya cukup menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Sirup, madu, dan sebagainya relatif stabil, namun jika dilarutkan dalam air dalam volume yang sama akan dengan mudah menjadi rusak.
Tanaman-tanaman akar seperti kentang, beet dan wortel ditempeli mikroorganisme dari tanah, namun selama kulitnya tidak terkelupas dan mengalami kerusakan sel akan relatif stabil. Sayuran daun seperti selada, bayam dan kobis juga sangat terkontaminasi. Sayuran jenis ini memiliki daun yang lebih lembut dan sangat mudah dirusak oleh mikroorganisme.
Buah-buahan yang tumbuh jauh dari tanah terkontaminasi oleh serangga dan mikroorganisme dari udara dan yang terakhir adalah mikroorganisme dari tanah. Secara umum buah-buahan kadar gulanya tinggi dan mengandung asam. Dengan demikian, dekomposisi umumnya oleh yeast (kapang), seperti pada anggur dan oleh jamur, seperti pada jeruk.
Produk-produk Hewan
Produk-produk hewan terkontaminasi oleh lingkungan dan manusia. Bagian dalam daging bebas dari mikroorganisme, selama ternak yang disembelih sehat, namun akan segera terkontaminasi oleh mikroorganisme yang berasal dari udara, bulu, maupun saluran pencernakannya. Begitu pula pada unggas, sejak masih hidup telah mengandung microbial flora. Sedangkan pada ikan, kontaminasi dapat berasal dari air darimana ikan tersebut ditangkap. Makanan laut tertentu sangat potensial dalam menyebarkan beberapa jenis mikroorganisme pathogen. Ketika ikan dibersihkan dan dipotong dalam kondisi yang buruk maka akan mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme, contohnya filet ikan. Sedangkan telur yang tidak pecah akan terlindungi dari kontaminasi mikroorganisme oleh cangkangnya. Bagian dalam telur akan terkontaminasi mikroorganisme dibawah penyimpanan yang buruk. Bagian cangkang yang bersentuhan dengan darah, bulu, telur yang pecah dan bahan sarang sangat rawan kontaminasi mikroorganisme yang kemudian masuk ke dalam telur melalui pori-pori (ESR). (Sumber: www.microbiologyprocedure.com)
PENGKAYAAN NUTRISI (FORTIFIKASI) MAKANAN
Singkong merupakan tanaman yang dapat tumbuh di lahan kering, seperti kawasan Donomulyo. Mayoritas penduduk Donomulyo pedesaan mengkonsumsi singkong dan jagung sebagai makanan pokok mereka. Singkong dikeringkan menjadi gaplek untuk selanjutnya diolah menjadi nasi thiwul. Sejak pertama penulis mengenal masyarakat Donomulyo pada tahun 1995 masyarakat Donomulyo pedesaan mengkonsumsi nasi tiwul dengan lauk sayur cabe, sayur buah pepaya muda, kulit belinjo dan daun singkong. Rata-rata pola makan masyarakat Donomulyo pedesaan kekurangan protein. Hal ini disebabkan karena rata-rata penduduk memiliki daya beli yang rendah, selain itu lokasi tempat tinggal mereka jauh dari pasar. Untuk memenuhi kebutuhan protein, mereka sering mengolah kepompong ulat pohon alpukat dan laron. Namun kepompong dan laron hanya ada dalam waktu tertentu saja. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya pengkayaan nutrisi protein pada singkong.
Komponen utama singkong adalah karbohidrat, oleh karena itu diperlukan pengkayaan nutrisi dengan protein, lemak, vitamin (A, B, C, D, E, K) dan mineral (yodium, calcium dan magnesium) agar makanan olahan singkong mengandung nutrisi yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Protein dan lemak diperlukan sebagai sumber energi, sedangkan vitamin dan mineral meskipun termasuk unsur mikro namun keberadaannya sangat penting bagi kesehatan. Sebagai contoh, kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, kretin (kerdil) dan tidak cerdas, sedangkan kekurangan calcium dan magnesium menyebabkan tulang keropos (osteophorosis). Pengkayaan nutrisi dapat dilakukan dengan menambahkan bahan makanan yang tersedia di sekitar lokasi tempat tinggal seperti kacang hijau, kacang kedelai, ikan, teri, udang, telur, ayam, daging, belalang, laron, kepompong dan lain-lain.
Singkong dapat dimanfaatkan sebagai makanan pokok maupun jajanan. Begitupun pengkayaan nutrisi dapat dilakukan terhadap olahan singkong sebagai makanan pokok maupun jajanan. Sebagai contoh, pengkayaan nutrisi gethuk singkong dengan kacang hijau, wijen, margarine, susu, coklat bubuk dan sebagainya. Pengkayaan nutrisi juga dapat dilakukan bersamaan dengan membuat inovasi produk olahan singkong seperti brownies singkong keju dan sebagainya. Sedangkan sebagai makanan pokok, misalnya nasi thiwul (berasal dari singkong kering yang ditepungkan kemudian dikukus) atau nasi sawut (berasal dari singkong yang dipasrah kemudian dikukus) dapat diperkaya dengan ikan, telur, daging,
Untuk mempermudah proses penambahan nutrisi serta mempercepat waktu pengolahan singkong perlu dilakukan beberapa trik, yaitu dengan memperkecil ukuran singkong (misalnya dengan disawut) sehingga luas permukaan singkong semakin besar, luas sentuh uap panas dengan singkong semakin banyak dan singkong cepat masak. Selain itu, semakin kecil ukuran singkong akan semakin mudah menghaluskannya, sehingga mempercepat proses pengolahan lanjutan.
Pengkayaan nutrisi juga dapat dilakukan terhadap bahan pangan lainnya, dengan memperhatikan kandungan unsur nutrisi bahan tersebut dan menambahkan unsur lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya, karena tubuh kita membutuhkan yodium, maka kita perlu menambahkan yodium dari luar. Hal ini perlu dilakukan karena yodium yang terkandung di dalam bahan pangan secara alami tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Penambahan yodium sebenarnya dapat dilakukan terhadap bahan pangan apapun, namun karena pertimbangan akan terjadinya perubahan rasa makanan tersebut maka penambahan yodium dilakukan terhadap garam. Hampir setiap makanan selalu ditambah garam yang dikombinasikan dengan gula untuk memperkuat rasa makanan tersebut.
Kita perlu melakukan inovasi terhadap makanan kita sehari-hari agar asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh lengkap sesuai kebutuhan tubuh dan menimbulkan kebosanan terhadap makanan tertentu. Misalnya dengan menambakan biji kapri dan sosis pada dadar jagung dan menyajikan jus buah-buahan dalam menu sehari-hari. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah meneliti apakah makanan yang kita konsumsi telah mengandung serat yang berfungsi untuk membantu pencernaan. Untuk itu ada baiknya kita menambahkan agar-agar ketika memasak nasi sehingga nasi yang kita konsumsi telah mengandung karbohidrat dan serat. Hal ini untuk menjaga agar asupan nutrisi yang kita konsumsi lengkap mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat (ESR).
Senin, 15 Februari 2010
CATATAN DARI PENJARA WANITA - MALANG
Untuk menyusul temanku, aku memutuskan untuk naik ojek. Ketika aku bilang ke penjara wanita, tukang ojeknya kelihatan ragu-ragu, kemudian dia bertanya, apakah aku sudah pernah ke sana, ketika kujawab belum, tapi saya tahu kalau lokasinya di daerah Kacuk. Lalu tukang ojek tersebut bertanya kepada teman-temanya, dimana lokasi penjara wanita, segerombolan tukang ojek pun memandang aneh padaku, kemuadian salah seorang memberitahu bahwa itu lokasinya di Kacuk, kalau tidak tahu tempatnya, dia bersedia mengangkutku. Namun tukang ojek pertama memutuskan menstarter motornya dan kami pun berangkat. Setelah kami sampai di daerah Kacuk, barulah kami bertanya-tanya. Di depan sebuah rumah kami berhenti. Di depan rumah ada seorang bapak yang sedang memperbaiki pintu depan. Setelah aku permisi dan bertanya dimanakah lokasi penjara wanita, orang tersebut memandang aneh kepada kami, setelah dia menunjukkan arah penjara, dia pun bertanya kepada kami. Dari mana? Ketika kami jawab “Arjosari” dia pun diam, dengan ekspresi yang tak dapat kuterjemahkan.
Setelah sempat kebablasan, kami pun memutar dan aku melihat temanku berdiri di pinggir jalan, depan penjara wanita. Setelah ojek yang kutumpangi berhenti di halaman depan penjara wanita, aku mendatangi temanku untuk kuajak masuk. Sesaat kami saling berpandangan, karena kami sama-sama tidak tahu bagaimana prosedur berkunjung ke penjara dan tidak dapat menduga bakal seperti apa penerimanaan mereka, mengingat kami tidak membawa surat pengantar dari manapun.
Kami pun memutuskan untuk bertanya pada petugas loket, tentang bagaimana caranya kalau kami ingin bertemu dengan humas. Setelah ditanya kami dari mana dan temanku menyebutkan nama kampus yang mempekerjakannya dan menjelaskan tujuan kami datang, petugas tersebut lantas menelepon, rupanya orang yang di ujung telepon mempersilahkan kami masuk. Pintu gerbangpun dibuka oleh petugas, dan kami dipersilahkan menyimpan tas dan hp di loker. Petugas tersebut juga menyuruh kami memakai identitas tamu dan berkata “supaya tidak sama dengan yang di belang sana”. Dia pun mempersilahkan kami menemui ibu Martiningsih, pegawai yang menangani Bimkemaswat. Selagi temanku menjelaskan maksud kedatangan kami, mataku jelalatan membaca papan-papan yang tertempel di dinding ruangan tersebut. Di sana tertulis jumlah tahanan kemarin 259, hari ini keluar 2 dan tersisa 257 orang. Sekitar 5 menit berbincang, kamipun diajak menghadap kepala penjara. Ternyata disana juga sedang ada tamu, dari segaramnya aku mengira dia pegawai kejaksaan. Penerimaan yang sangat baik. Ibu kepala penjara menjelaskan bahwa penjara wanita ini telah memperoleh ISO pada tahun 2008 dan beliau memberi tanggapan baik tentang maksud kami untuk mengadakan pengabdian kepada warga binaannya. Beliau berjanji akan meminta ibu Martiningsih untuk mengajak kami keliling untuk mengetahui keadaan penjara yang sebenarnya. Beliau bilang “Ibu-ibu akan lihat bahwa suasananya tidak akan seseram yang dibayangkan orang, seperti tidak sedang berada di penjara”, katanya. Dan beliau pun meminta kami untuk menunggu di lobi, sementara beliau berdialog dengan tamu lain dan ibu Martiningsih.
Selama menunggu di lobi, mataku sibuk merekam suasana di sekitarku, beberapa orang perempuan lalu lalang dengan seragam kaos merah muda, beberapa petugas laki-laki dan perempuan keliling membawa radio panggil. Sementara di sana-sini kulihat tanaman hias yang terawat baik yang di pot maupun yang di tanam di tanah, ada melati air, gelombang cinta, anggrek, adenium dan lain sebagainya. Taman-taman sangat terawat dan bersih, mulai selokan air, rumput penutup sampai bunganya.
Setelah menunggu dalam waktu sekitar 15 menit, kamipun diajak ibu Martiningsih masuki pintu yang menghubungkan ruang kantor dan area lain. Di balik pintu itu ternyata terbentang pemandangan yang luas, ada lapangan voli, salon untuk praktek, perpustakaan, ruang kerja, bengkel, ruang musik, dapur, ruang makan dan kamar-kamar warga binaan. Di setiap lorong ada petugas penjaga yang memeriksa bawaan yang dibawa oleh warga binaan yang keluar masuk.
Di dalam sedang ada kegiatan pengajian, sementara di ruang kerja beberapa warga binaan sedang berkarya, ada yang merajut syal, ada yang meraut sapu lidi, ada yang membordir dan di luar ruang kerja ada 2 orang yang sedang membatik. Cukup lama kami berdiskusi di ruang kerja, dari ibu pembina di sana aku bisa tahu bahwa para pengelola penjara wanita ini adalah orang-orang yang sabar, disiplin, optimis dan melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati. Mereka begitu mengenal karakter binaan orang per orang dan tahu bagaimana mengajarkan tanggung jawab dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri. Petugas tahu benar bagaimana memperlakukan warga binaan yang ceria ataupun pendiam dan melakukan pendekatan sesuai karakter mereka. Perhatian petugas pembina sampai ke hal yang detil seperti rambut yang merah ataupun bedak yang tidak rata dari para penghuni.
Dari ruang kerja, melewati ruangan yang difungsikan sebagai gereja, kami menuju dapur. Di sana aku terheran-heran melihat pisang-pisang yang ditulisi dengan spidol dengan angka 1, 2, sampai 5. Ketika kutanyakan ke seorang ibu yang sedang menata makanan di sana, katanya pisang tersebut ditulisi sesuai nama blok, dimasukkan ke dalam wadah sesuai jumlah penghuni supaya tidak tertukar. Di dapur ada beberapa orang yang sedang memasukkan makanan ke dalam rantang-rantang yang telah ditulisi nama dan blok masing-masing. Tujuan pemberian nama di rantang menurut ibu Martiningsih, agar tidak hilang, karena meski mereka sudah dewasa kadang suka seperti anak kecil. Sungguh, layaknya layanan katering untuk anak kos, sangat jauh dari bayanganku seperti yang kulihat di film-film, dimana tahanan berebut makanan mungkin tidak akan terjadi di sini.
Di utara dapur, aku melihat tempat tidur besi yang ditumpuk di luar, ternyata tempat tidur tersebut tidak dapat dimanfaatkan lagi karena warga binaan melebihi kapasitas penjara. Sehingga warga binaan yang tadinya tidur di tempat tidur seperti pasien di rumah sakit sekarang langsung tidur di kasur karena kapasitas penjara yang hanya 150 orang sekarang harus di huni 259 orang. Dari yang tadinya 9 orang per kamar sekarang harus dihuni 12 orang per kamar. Pemanfaatan ruang makan juga harus digilir, kapasitasnya tidak mencukupi kalau harus makan bersama. Blok yang sedang tidak mendapat giliran makan di ruang makan, akan makan di blok-nya masing-masing.
Dari dialog-dialog kami mendapat informasi bahwa kebanyakan yang masuk adalah orang baru, dan hanya beberapa saja yang berstatus ex penghuni. Kalau melihat expresi para warga binaan, kelihatannya mereka baik-baik, tulus dan apa adanya. Kata ibu Martiningsih, mungkin keterpaksaan akibat himpitan hidup yang membuat mereka harus mondok di tempat itu.
Di perpustakaan, kami mendapati 2 orang berseragam merah muda ---seorang berjilbab dan seorang lagi tidak berjilbab--- yang sedang berbenah, menata koleksi buku, novel dan majalah. Di tembok-tembok perpustakaan penuh dengan tempelan puisi karya para warga binaan, ada banyak kata-kata bijak yang tertuang di dinding tersebut. Dari jendela belanag perpustakaan terlohat kebun adenium berbagai warna dan di lorong depan banyak terdapat anggrek. Ternyata bunga-bunga tersebut hasil budidaya yang dilakukan warga binaan. Masih banyak lagi produk yang dihasilkan oleh warga binaan, mulai kecap sampai kerajinan. Keterempilan tersebut mereka dapatkan dari pelatihan-pelatihan oleh lembaga yang bekerja sama dengan LP maupun yang diajarkan sesama penghuni. Keterampilan warga binaan sangat beragam karena keberagaman latar belakang pendidikan formal dan pengalaman mereka, bahkan ada yang lulusan S2 dan pandai berbahasa Inggris.
Ketika temanku bertanya kepadaku, “Ngapain ya mbak S2 di sini, apa karena korupsi?” Aku hanya bisa tersenyum kecut. Aku sadar bahwa keadilan di negeri ini memang belum sepenuhnya ditegakkan. Ada yang jelas-jelas seseorang tidak melakukan tindakan korupsi masuk penjara karena dianggap salah admninistrasi. Ada yang karena haus setelah berjalan kaki mencuri semangka di kebun, belum sampai dimakan telah dianiaya dan dimasukkan tahanan. Sementara di luar sana para pembunuh dan koruptor berdasi tidak terusik oleh hukum dan keadilan.
Kami mendapat informasi bahwa para pekerja di perpustakaan, di dapur, di koperasi dan tempat lain yang memakai baju merah muda adalah warga binaan yang telah lolos evaluasi, sehingga mereka dikaryakan. Evaluasi terhadap tingkah laku dilakukan setiap minggu dan setiap warga binaan dibina oleh seorang wali. Di tiap dekat blok di tempeli foto, nama, register, hukuman dan denda serta nama wali setiap penghuni yang ditempelkan berdasarkan kriteria hasil evaluasi, mulai maximum security sampai minimum security.
Setelah membicarakan materi yang akan kami latihkan dan jadual yang mungkin dipadukan dengan kegiatan yang telah ada, kami pun berpamitan. Di lorong menuju pintu keluar, aku sempatkan berdoa, “Ya Allah, betapa pun tempat ini bagus, aku tidak ingin menjadi penghuninya, aku hanya akan datang sebagai orang yang memberi. Amiin”.
Yang ingin kami bagi dari pengalaman kami mengunjungi penjara wanita adalah bahwa warga binaan LP adalah manusia, yang mungkin karena kesalahan ataupun keterpaksaan, mereka harus tinggal di sana. Janganlah karena itu kita menghakimi mereka, bukan tidak mungkin mereka lebih mulia dari kita yang merasa dirinya terhormat dan suci. Anggap saja mereka adalah orang-orang yang diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya di dunia, sehingga kelak akan menghadap penciptanya dalam keadaan telah bertobat (ESR).
To: Mbak Aas
Terima kasih karena mengajakku dalam pembelajaran tentang sisi lain kehidupan ini.
Kamis, 07 Januari 2010
BERSYUKUR ALA SEMUT
Sering kita lupa bahwa ada banyak hal yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita dengan gratis. Misalnya udara yang kita hirup, mata yang dapat melihat warna-warni dedaunan dan gemerlap lampu kota, kaki yang sanggup mengantar kita menempuh jarak ribuan kilometer sejak dipinjamkan kepada kita, dan masih banyak lagi. Dan setiap saat kita menengadahkan tangan mengajukan permohonan ini dan itu, namun kita sering lupa untuk duduk bersimpuh mengagungkan nama-NYA dan bersujud untuk meninggikan kesucian-NYA. Maka dari itu marilah kita saling mengingatkan satu dengan yang lain untuk senantiasa bersyukur atas apa yang Allah anugerahkan kepada kita. Dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, Volume 10, Cetakan IX, Mei 2008 QS. An-Naml (27) : 19 dicontohkan do’a Nabi Sulaiman sebagai berikut:
“Tuhanku, anugerahilah aku kemampuan untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.
Doa tersebut dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman agar kiranya Allah SWT menganugerahkan dorongan kepada beliau kebutuhan, kesenangan dan ketertarikan untuk bersyukur. Marilah kita menghimpun seluruh kemampuan, anggota badan, perasaan, lidah, hati, pikiran, kalimat serta redaksi yang terungkap, amalan dan arah yang kita tuju semuanya untuk mensyukuri nikmat yang Allah limpahkan kepada kita dan orang tua kita. Allah SWT berjanji dalam QS. Ibrahim (14) : 7 sebagai berikut:
“Kalau kamu bersyukur pastilah Kutambah untuk kamu (nikmat-Ku) dan bila kamu kafir, maka sesungguhnya siksa-Ku pastilah sangat pedih”.
Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengajak mensyukuri apa yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita. Lalu bagaimanakah cara bersyukur yang benar? Marilah kita belajar kepada semut untuk mengetahui cara bersyukur ala mereka. Semoga apa yang kita pelajari membawa pencerahan kepada pemahaman kita tentang bersyukur dalam arti yang sesungguhnya. Wassalam,
Redaksi
Pendahuluan
Semut merupakan jenis hewan yang hidup bermasyarakat (berkelompok). Hewan ini memiliki ketajaman indera dan sikapnya sangat berhati-hati, serta memiliki etos kerja yang tinggi. Dengan bekerja dalam tim, mereka mampu bertanam jamur dan membangun jalan-jalan panjang yang dibutuhkan oleh kelompoknya. Mereka bekerja sama dengan penuh kesabaran dan ketabahan, setahap demi setahap sepanjang hari sampai mereka mampu mewujudkan apa yang mereka putuskan bersama. Semut mampu mengangkat beban yang jauh melebihi berat tubuhnya. Jika ia merasa berat membawa dengan mulutnya, maka ia akan menggerakkan barang itu dengan dorongan kaki belakang dan mengangkatnya dengan lengannya. Biji-bijian yang mereka akan simpan dilubanginya terlebih dahulu, serta dipecahkannya bila terlalu besar. Makanan yang yang basah mereka keluarkan agar dapat diterpa sinar matahari sehingga kering kembali. Kelompok-kelompok semut menentukan waktu-waktu tertentu untuk bertemu dan saling menukar makanan. Keunikan semut lainnya adalah menguburkan anggotanya yang mati. Yang tidak kalah pentingnya semut adalah binatang yang berpengetahuan dan selalu berprasangka baik terhadap apa yang terjadi, sebagaimana tersebut dalam QS. An-Naml (27): 18 sebagai berikut:
“… berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kamu, agar kamu tidak dibinasakan oleh Sulaiman dan tentara-tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”
Nilai-nilai Hidup ala Semut
1. Bersyukur dengan penciptaannya. Sampai dengan saat ini penulis belum menemukan kisah yang menyebutkan bahwa semut protes karena diciptakan dengan tubuh yang jauh lebih kecil dibandingkan gajah ataupun manusia. Apabila kita menyadari bahwa semua yang telah dianugerahkan kepada kita adalah untuk memuliakan derajat kita sebagai manusia, maka tidak usah berpanjang waktu dalam mengeluh. Bahkan jika kita menyadari bahwa penyakit yang diderita manusia dapat menghapuskan dosa-dosa apabila kita ikhlas menerimanya. Yang paling penting dalam hal ini adalah manajemen hati.
2. Memaksimalkan potensi yang dimiliki. Kita harus dapat menggali potensi diri, apa hal-hal positif yang kita miliki dan hal-hal negatif yang biasa kita lakukan. Memaksimalkan kelebihan yang dianugerahkan kepada kita dengan senantiasa berupaya membuang pikiran dan kebiasaan buruk kita akan menghasilkan sesuatu yang bermakna. Dengan percaya bahwa tidak ada hal yang tidak mampu dilakukan oleh Allah SWT, maka tugas kita adalah berupaya semampu yang kita bisa, dan selebihnya biarkan kuasa Allah SWT yang bekerja. Tugas kita saat ini adalah melakukan kerja keras, kerja cerdas dan kerja hati, maka urusan sukses atau tidaknya pasrahkanlah pada-NYA. Ada banyak kisah sukses yang dapat dipetik dari sekitar kita diantaranya Ucok Baba yang bertubuh kecil namun dapat menjadi host di beberapa acara dan hidupnya lebih baik dari kebanyakan orang bertubuh normal lain.
3. Etos Kerja Tinggi. Hanya orang-orang yang memiliki etos kerja yang tinggilah yang akan meraih sukses, apapun karya yang sedang mereka garap. Maka setelah kita menetapkan visi dan misi hidup maka kita harus mengupayakan secara konsisten dan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Tentu saja hal ini tidak akan mudah, karena kita akan mengalami hambatan yang datangnya dari dalam diri pribadi maupun dari sekitar kita. Yang terpenting adalah ketika kita jatuh 7 kali maka kita harus bangun 8 kali agar kita mampu mewujudkan visi hidup kita. Selalu ingatlah bahwa tetesan air yang berulang-ulang mampu melubangi sebuah batu.
4. Menggunakan akalnya untuk menyusun strategi dalam menyiasati sesuatu yang di luar kemampuannya untuk melakukan. Pembaca, marilah kita niatkan bahwa penggunaan akal dalam menyusun strategi yang kita butuhkan untuk memudahkan kita dalam mewujudkan visi hidup tetap harus dalam koridor tidak bertentangan dengan norma agama, tidak menabrak aturan dan merugikan pihak lain. Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang istilahnya ‘ngrumat akal’ (Bahasa Jawa: menggunakan akal) ---menyalahgunakan amanah yang dipercayakan padanya--- untuk memperkaya diri pribadi dengan mengabaikan norma yang berlaku serta mengabaikan kepentingan orang lain. Maka marilah kita mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat dalam keseharian mereka baik dalam menghadapi musuh maupun dalam menyebarkan ajaran kebaikan.
5. Silaturrahim. Menjaga silaturrahim dalam istilah sekarang dapat diartikan dengan membangun networking ---jejaring kerja---. Dengan menjaga hubungan baik dengan siapapun yang pernah kita kenal dan orang-orang di sekitar, maka kita akan dapat melihat bahwa di sana banyak sekali potensi masyarakat yang apabila kita hubungkan akan menjadi kekuatan ekonomi dan persaudaraan yang akan mampu menyaingi ekonomi liberal yang memandang tenaga kerja hanya sebagai faktor produksi saja. Misalnya, para ibu rumah tangga yang pintar memasak, maka tidak ada salahnya bekerja sama dengan pengusaha catering untuk memasok kebutuhan makan siang di sekolah-sekolah, pabrik-pabrik ataupun di kantor-kantor. Kenyataannya sekarang banyak pekerja dan anak-anak sekolah yang sering jajan fried chicken ataupun pizza merk luar negeri yang kita tidak tahu apakah ayam atau daging yang dipakai telah diproses secara benar sehingga halal untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, kita harus membangun jejaring kerja dengan semua komponen agar apa yang kita makan, sebagai sumber energi dalam berkarya adalah makanan yang halal sehingga pemikiran dan karya yang dihasilkan juga akan baik. Prinsip ini harus diupayakan untuk diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.
6. Berpengetahuan ---tidak berhenti belajar dan saling berbagi informasi--- Dari sepenggal kisah semut di atas dapat diketahui bahwa semut termasuk makhluk yang berpengetahuan. Semut tahu bahwa yang datang adalah pasukan dibawah pimpinan seorang yang bernama Sulaiman. Mungkin semut mengamati kejadian di sekitarnya dan memperhatikan ciri-ciri setiap elemen di lingkungan tersebut. Oleh karena itu kita tidak seharusnya berhenti belajar baik secara otodidak maupun kepada yang lebih dahulu tahu agar tidak gagap teknologi dan ketinggalan informasi. Informasi merupakan hal yang paling penting di era globalisasi seperti sekarang. Siapa yang lebih dahulu menguasai informasi, dialah yang akan menguasai dunia.
7. Berbaik sangka. Alangkah indahnya dunia jika kita selalu berbaik sangka terhadap apapun yang terjadi terhadap kita. Meski sulit, namun bukan berarti hal ini tidak mungkin untuk dilakukan. Seperti dicontohkan semut dalam dialog yang tersebut pada QS. An-Naml (27): 18 yang menyebutkan bahwa Sulaiman tidak mungkin sengaja bermaksud buruk bila menggilas dan menginjak mereka. Berbaik sangka akan menjauhkan kita dari bergunjing, iri hati, dengki dan tersia-sianya anugerah waktu dan kesempatan karena melakukan hal-hal yang tidak berguna.
8. Berbagi kenikmatan dengan sesama. Islam mengajarkan kita untuk peduli dengan diri sendiri, bertanggung jawab terhadap keluarga dan peduli dengan penderitaan sesama. Pada saat ini telah berkembang gaya hidup “keren” yang identik dengan wisata kuliner ke restoran mahal, belanja barang-barang bermerk dan mahal serta hiburan yang harga tiketnya puluhan, ratusan bahkan sampai jutaan rupiah untuk sekali show. Meski tidak salah untuk menikmati hasil kerja keras, namun alangkah bijaksananya bila kita selalu ingat untuk menyisihkan zakat, infaq dan sedekah untuk mereka-mereka yang berhak menerimanya. Mari kita ingat bahwa di sekeliling kita masih banyak sekali orang yang tidak bisa makan setiap hari, bahkan ada yang sampai harus meninggalkan 4 orang anaknya karena ketakutan akibat terjerat hutang Rp. 3,5 juta.
9. Bekerja sama. Manusia memiliki kemampuan yang sangat terbatas. Sejak lahir, seorang anak manusia membutuhkan pertolongan orang lain untuk bisa bertahan hidup. Buah kerja sama orang-orang di sekitar kita sejak proses kehlahiran sampai sekarang telah menjadikan kita orang yang sehat fisik dan mental. Bahkan untuk menikmati sepiring nasi saja kita mesti membutuhkan petani, jasa penggilingan gabah, pedagang dan buruh angkut. Maka sudah selayaknya kita menjalin kerja sama dengan semua pihak, karena kita tidak mungkin menjadi siapa kita sekarang dan seperti apa yang kita cita-citakan tanpa kerja sama mereka.
10. Bermusyawarah. Dua kepala lebih baik dari pada satu kepala dalam mencari solusi atas segala permasalahan hidup. Dengan bermusyawarah kita dapat menggali peluang penyelesaian suatu masalah. Bermusyawarah akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik dari pada voting. Hal ini terbukti dengan semakin runyamnya keadaan ekonomi Indonesia tercinta sejak dipilihnya voting untuk menentukan para pemimpin negeri ini.
11. Berfikir jauh ke depan. Semut meskipun tubuhnya kecil namun memiliki pemikiran yang luas, pandangan yang jauh ke depan. Hal ini dapat dilihat dari praktek hidup mereka untuk menyimpan cadangan makanan dan bertanam jamur. Maka dapat disimpulkan bahwa semut dengan ilmunya yang didapat dari mengamati tanda-tanda alam, mereka mampu memikirkan segala sesuatu yang kemungkinan terjadi dan berdampak terhadap kehidupan mereka. Terlihat juga bahwa semut sangatlah optimis dalam memandang masa depan mereka sehingga mereka bekerja keras seakan-akan mereka akan hidup selamanya. Optimisme mereka tumbuh karena mereka telah memperhitungkan resiko yang bakal mereka hadapi di masa depan sehingga mereka telah membuat persiapan untuk menghadapinya sejak jauh-jauh hari.
Pesan Kebaikan bulan ini:
Bersyukur kepada Allah ---bersyukur sepanjang waktu dengan menjaga keikhlasannya--- mudah-mudahan menjadikan kita orang yang diberkahi Allah (meminjam syair Opick).
Kamis, 17 Desember 2009
BERJUANGLAH !
Pernahkah pembaca merenung tentang apa yang pembaca inginkan dalam hidup ini dan kemana hidup ini akan bermuara. Dalam kejenuhan rutinitas pekerjaan, seringkali tergambar ketidakpastian atas ujung dari perjalanan hidup ini. Kalau para motivator menyarankan kepada kita untuk memilih pekerjaan yang membahagiakan dan mengkayakan, namun tidak sedikit dari kita yang terjebak di dalam suatu sistem yang sungguh sangat rumit untuk diurai. Terkadang, ketika semangat juang sedang menurun, kita cenderung berfikir untuk keluar saja dari dalam sistem tersebut dan selanjutnya mencari lingkungan kerja yang baru. Namun ---di jaman seperti sekarang ini--- masih adakah lingkungan seperti itu? Rasanya, sangat sulit ditemukan. Di sisi lain, jika kita terus-menerus lari dari permasalahan, maka kita tidak akan pernah mencapai kedewasaan. Alangkah lebih baik jika kita mampu mewarnai sistem tersebut ---memperkenalkan budaya moral yang jujur, peka dan bertanggung jawab--- serta tidak larut dalam lingkungan kerja yang cuek, tidak tanggap, tidak produktif dan korup. Kita harus menjaga perilaku dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran dan moral serta mengupayakan jalan yang terbaik agar kita memiliki kemampuan untuk mewarnai sekitar dengan cara yang lebih terstruktur dan terukur.
Pembaca, penting sekali untuk diingat bahwa kita harus senantiasa menjaga hati agar tetap gigih memperjuangkan apa yang menjadi visi hidup serta berbaik sangka kepada Allah SWT atas semua yang terjadi pada diri kita. Apapun yang terjadi terhadap diri kita, semuanya karena ijin Allah yang ditujukan untuk memuliakan dan mengangkat derajat kita. Oleh karenanya kita tidak boleh putus harapan dalam menghadapi segala persoalan yang datang menghampiri hidup kita. Kita harus terus maju, selangkah demi selangkah hingga tercapai apa yang kita perjuangkan. Asalkan kita fokus, insyaAllah Dia akan menghargai setiap tetes keringat kita. Maka dari itu, marilah teguhkan semangat, fokus pada visi hidup yang telah ditetapkan, dan berjuang untuk mencapainya! Wassalam,
Redaksi
Pendahuluan
Pembaca, sudahkah anda menetapkan visi hidup anda? Mungkin anda ingin menjadi orang Indonesia terkaya di Indonesia? Atau anda ingin memiliki karier yang sukses di bidang kuliner? Atau anda ingin membangun sebuah keluarga yang sehat, pintar dan tanggap terhadap penderitaan sesama? Apapun yang menjadi visi hidup anda seyogyanya dilakukan evaluasi secara bertahap terhadap pencapaiannya. Di akhir tahun seperti sekarang merupakan saat yang tepat untuk melakukan evaluasi atas apa yang telah kita kerjakan di waktu lalu untuk dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap upaya-upaya yang belum menunjukkan hasil yang diharapkan dan membuat sesuatu yang lebih bermakna terhadap apa-apa yang telah kita raih. Perlu untuk selalu diingat bahwa sebaik-baik kualitas diri kita adalah ketika keberadaan kita bermanfaat bagi orang lain. Maka marilah kita bersama-sama berjuang bagi terciptanya kehidupan yang lebih baik.
Pada kesempatan ini, marilah kita buka kembali tuntunan Allah SWT yang tertulis di dalam Surat Al Qashash (QS. 28) Ayat 77 yang berbunyi sebagai berikut:
“Dan carilah --- pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu --- negeri akhirat, dan janganlah melupakan bagianmu dari dunia dan berbuat baiklah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pembuat kerusakan.” (Sebagaimana tertuang dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, Volume 9, Cetakan X, Mei 2008).
Nasehat diatas bukan berarti engkau hanya boleh beribadah murni dan dilarang untuk memperhatikan dunia. Namun ini berarti bahwa engkau harus berusaha sekuat tenaga dan pikiran dalam batas yang dibenarkan Allah untuk memperoleh harta dan hiasan duniawi dan carilah secara sungguh-sungguh pada, yakni melalui apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari hasil usahamu itu kebahagiaan negeri akhirat, dengan menginfakkan dan menggunakannya sesuai petunjuk Allah dan dalam saat yang sama janganlah melupakan, yakni mengabaikan bagianmu dari kenikmatan dunia dan berbuat baiklah kepada semua pihak, sebagaimana atau disebabkan karena Allah telah berbuat baik kepadamu dengan aneka nikmat-NYA, dan janganlah engkau berbuat kerusakan dalam bentuk apapun di bagian manapun di bumi ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pembuat kerusakan.
Banyak pendapat menyangkut kandungan pesan ayat di atas, ada yang memahaminya secara tidak seimbang, dengan menyatakan bahwa ini adalah anjuran untuk meninggalkan kenikmatan duniawi dengan membatasi diri pada kebutuhan pokok saja seperti makan, minum dan pakaian. Ada juga yang memahaminya sebagai tuntunan untuk menyeimbangkan kepentingan hidup duniawi dan ukhrawi. Penganut pendapat ini tidak jarang mengemukakan riwayat yang menyatakan: ”Bekerjalah untuk duniawi seakan-akan engkau akan hidup selamanya (tidak akan mati), dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok.”
Ada heberapa catatan penting yang perlu digarisbawahi tentang ayat tersebut, agar kita tidak terjerumus dalam kekeliruan.
Pertama, dalam pandangan Islam, hidup duniawi dan ukhrawi merupakan satu kesatuan. Dunia adalah tempat menanam dan akhirat adalah tempat menuai. Apa yang anda tanam di sini, akan memperoleh buahnya di sana. Islam tidak mengenal amal dunia dan amal akhirat. Kalaupun ingin menggunakan istilah, maka kita harus berkata bahwa: ”Semua amal dapat menjadi amal dunia –walau shalat dan sedekah—bila tidak tulus.” Semua amal pun dapat menjadi amal akhirat jika ia disertai dengan keimanan dan ketulusan demi untuk mendekatkan diri kepada Allah, walaupun amal itu adalah pemenuhan naluri seksual. ”Melalui kemaluan kamu (hubungan seksual) terdapat sedekah.’ Demikian sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui Abu Dzarr.
Kedua, ayat di atas menggarisbawahi pentingnya mengarahkan pandangan kepada akhirat sebagai tujuan dan kepada dunia sebagai sarana mencapai tujuan. Dengan demikian, semakin banyak yang diperoleh –secara halal—dalam kehidupan dunia ini, semakin terbuka kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan ukhrawi, selama itu diperoleh dan digunakan sesuai petunjuk Allah SWT. Itu juga berarti bahwa ayat ini menggarisbawahi pentingnya dunia, tetapi ia penting bukan sebagai tujuan namun sebagai sarana untuk mencapai tujuan.
Ketiga, ayat di atas menggunakan redaksi bersifat aktif ketika berbicara tentang kebahagiaan akhirat, bahkan menekannya dengan perintah untuk bersungguh-sungguh dan dengan sekuat tenaga berupaya meraihnya. Sedang perintahnya menyangkut kebahagiaan duniawi berbentuk pasif yakni, jangan lupakan. Ini mengesankan perbedaan antar keduanya. Berualngkali Allah menekankan hakikat tersebut dalam berbagai ayat, antara lain berbunyi: ”Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia (dibanding dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit” (QS. At-Taubah (9): 38)
Berjuang untuk Hidup yang Lebih Baik
Apapun profesi yang kita pilih dan jalani saat ini akan sangat berperan sebagai suatu rangkaian ”puzzle” bagi tercapainya kehidupan masyarakat yang lebih baik. Semua profesi memiliki kontribusi sendiri-sendiri, jadi marilah jalani profesi kita masing-masing dengan hati yang ikhlas, sabar terhadap segala tekanan yang datang dan senantiasa berjuang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Sadarilah bahwa apapun yang kita lakukan akan bernilai ibadah sepanjang kita melakukannya dengan senantiasa mengingat Allah SWT di hati. Dengan begitu kita akan senantiasa takut dan malu jika berlaku tidak jujur. Bagi ibu rumah tangga marilah cipatakan generasi yang beriman, sehat, cerdas dan peka terhadap keadaan sekitarnya. Pendidikan pertama seorang manusia diawali dari rumahnya, dia akan mengadopsi perilaku orang dewasa di sekitarnya. Jadi marilah kita membangun karakter pribadi kita hingga layak diteladani oleh para yunior yang ada di sekitar kita. Bagi generasi muda, anda sekalian merupakan calon pemimpin di masa depan, maka ambillah nilai-nilai baik dari sekitar anda dan jangan meniru perilaku buruk orang-orang di sekitar anda.
Pembaca yang baik, perlu diwaspadai adanya pandangan tentang pemisahan masalah dunia dan akhirat. Betapa banyaknya orang yang sholat tetapi tetap melakukan perbuatan yang dilarang agama? Mereka mungkin melakukannya dengan sadar dan mungkin pula melakukannya tanpa sadar bahwa apa yang dilakukannya termasuk dalam kategori yang tidak dibenarkan oleh agama ataupun aturan hukum yang berlaku. Berapa banyak orang-orang yang sudah berhaji namun tetap melakukan penyalahgunaan wewenang? Sesuatu yang salah tidak lagi disadari bahwa hal itu salah jika telah biasa dilakukan. Setanlah yang membuat hal itu nampak seolah-olah indah dan benar adanya. Oleh karenanya, marilah kita berjuang untuk membangun komunitas yang baik, yang dapat saling menjaga dan menasehati agar setiap anggota komunitas dapat meningkatkan kualitas dirinya menjadi manusia yang paripurna. Hal ini sangat tidak mudah, dan harus diawali dengan penyamaan persepsi tentang apa hakekat hidup dan kehidupan. Maka penting sekali untuk memilih teman-teman yang dapat diajak untuk berjuang bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Ayo berjuang! Semaikan bibit kebaikan!
Pesan Kebaikan bulan ini:
Akhir tahun, saatnya melakukan introspeksi diri! Ayo, pompa semangat juang untuk menutup tahun dengan karya yang patut dikenang! Optimalkan potensi, kikis dengki di hati, tebarkan salam!
Rabu, 09 Desember 2009
POLA MAKAN YANG SEHAT (FAST FOOD – lanjutan)
Pendahuluan
Tidak ada makanan tunggal yang "baik" atau "buruk". Makanan yang bervariasi atau aneka ragam dapat menyebabkan makanan kita seimbang (=balanced diet). Secara alami, komposisi zat gizi setiap jenis makanan memiliki keunggulan dan kelemahan tertentu. Beberapa makanan mengandung tinggi karbohidrat tetapi kurang akan vitamin dan mineral. Sedangkan beberapa makanan lain kaya akan vitamin C tetapi miskin akan lemak. Maka untuk mencapai makanan yang sehat, sejumlah variasi makanan dalam jumlah sedang perlu dimakan. Upaya menanggulangi masalah gizi ganda, yakni kurang gizi dan gizi lebih, adalah membiasakan mengkonsumsi hidangan sehari - hari dengan susunan zat gizi yang seimbang.
Beberapa pesan gizi yang perlu untuk diikuti :
1. Makanlah aneka ragam makanan, karena tidak ada satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang, dan produktif. Oleh karena itu setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan, kecuali bayi umur 0 - 4 bulan yang cukup mengkonsumsi ASI saja.
2. Makanan harus mengandung cukup kalori, namun tidak berlebihan untuk menjaga agar berat badan tidak lebih dari 10% di atas berat badan ideal. Apabila kecukupan kalori dapat terpenuhi maka pemanfaatan zat gizi yang lain juga akan optimal.
3. Kurangi asupan lemak, paling banyak 25% dari jumlah kalori yang berasal dari lemak. Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A,D,E, dan K, serta menambah lezatnya makanan. Tetapi bila asupan lemak berlebihan maka akan ditimbun dalam tubuh sebagai cadangan lemak. Adapun komposisi konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 2 bagian makanan yang mengandung sumber lemak nabati dan 1 bagian mengandung sumber lemak hewani.
4. Kurangi asupan garam, paling banyak 3.00 mg garam natrium sehari yang ekuivalen dengan 1.5 sendok teh garam dapur.
5. Makanlah lebih banyak sayuran dan buah buahan, roti, dan sereal, paling sedikit 5 - 6 porsi buah dan sayuran per hari dan pilihlah roti yang wholemeal dan wholegrain.
6. Kurangi asupan gula, kurangi asupan makanan yang empty nutrient, tinggi kalori tapi tak mengandung zat gizi yang lain. Sama halnya dengan gula dan minyak hanya mengandung kalori saja tanpa ada zat gizi lainnya.
7. Batasi asupan alkohol. Alkohol merupakan sumber kalori yang mengandung 7 kalori per gram alkohol. Alkohol hanya mengandung kalori saja tanpa ada zat gizi lainnya.
Mengkonsumsi Fast food, sehatkah?
Selera dan gaya hidup orang Indonesia sekarang cenderung memilih makanan yang penyajiannya cepat dan menarik, kualitasnya baik dan kebersihannya terjamin. Hal ini yang ditawarkan oleh makanan fast food. Fast food outlet menjamur di kota - kota besar di Indonesia, lokasinya strategis di pusat perbelanjaan, supermarket dan mall. Meskipun fast food harganya lebih mahal dari makanan lokal, tetapi lebih diminati, lebih lezat dan lebih bergengsi di kalangan muda dan golongan ekonomi menengah ke atas.
Hal ini disebabkan fast food outlet mempunyai beberapa kelebihan seperti:
• Pelayanan yang cepat dan ramah: makanan dapat disajikan dalam hitungan menit.
• Nyaman, fast food outlet biasanya berlokasi di pertokoan, shopping center yang besar dengan tempat parkir yang mudah dan luas.
• Desain interior dan eksterior restoran yang menyokong.
• Promosi yang menarik dengan pemberikan hadiah, gimmick yang menarik bagi kaum muda.
• Kebersihannya terjamin.
Sekali waktu makan fast food tidak akan merugikan tubuh, tetapi bila fast food dimakan secara teratur, beberapa kali dalam seminggu, dapat menimbulkan masalah. Masalahnya tidak saja pada nilai gizi dari fast food tetapi juga pengaruh dengan perilaku makan terutama perilaku makan pada anak yang sedang tumbuh, karena bisa berlangsung terus sampai anak menjadi dewasa. Perlu diingat banyaknya kandungan lemak dalam fast food bila dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan anak tumbuh menjadi obese, tapi ini belum menjamin bahwa anak itu sehat.
Karakteristik Fast Food
Berbeda dengan junk food, fast food mengandung sejumlah zat gizi seperti lemak, protein, vitamin, dan mineral, dalam jumlah sedang sampai banyak. Kerugian dari fast food adalah bahwa juga mengandung sejumlah besar lemak jenuh, kolesterol, garam natrium, dan tinggi kalori.
Pada umumnya, dapat dikatakan fast food mengandung :
1. Tinggi kalori, rata - rata makanan fast food mengandung sebanyak 50% dari jumlah kalori yang diperlukan sehari, berkisar antara 400 kalori sampai 1500 kalori. Hamburger yang besar, kentang goreng, milk shake mengandung 1.200 kalori, yang merupakan total kalori perhari yang diperlukan tubuh untuk seorang yang sedang menjalani diet. Oleh karena itu harus diikuti dengan upaya untuk mengurangi asupan makan
an yang lain.
2. Tinggi lemak, berkisar antara 40 - 60% kalori dalam fast food berasal dari lemak. Bahan seperti keju, mayonaise, cream dan metode deep frying mengandung tinggi lemak dalam makanan ini. Makanan yang diolah dengan cara deep frying mengandung lemak sapi dan telur yang juga mengandung tinggi kolesterol.
3. Tinggi garam. Beberapa jenis makanan mengandung natrium yang tinggi. Misalnya cheese burger mengandung 1.400 mg Natrium, yang merupakan lebih dari 1/3 gram maksimum yang dianjurkan perhari yang besarnya 3.300 mg atau 1.5 sendok teh garam perhari.
4. Tinggi kandungan gula. Asupan gula terbesar berasal dari minuman dan desert. Misalnya sekaleng minuman ringan mengandung 8 sendok teh gula, doughnut mengandung 6 sendok teh gula. Kandungan gula yang cukup tinggi ini memberikan kontribusi yang cukup besar pada jumlah kalori yang dimakan.
5. Rendah kandungan serat. Makanan fast food biasanya mengandung rendah serat, kecuali salad. Makanan khas fried chicken sekali makan yang biasanya terdiri dari 2 potong ayam, mashed potatoes dan soft drink, total mengandung kurang dari 1 gram serat makanan, yang jumlahnya tak berarti dibanding dengan anjuran serat sebanyak 40 gram per hari.
Petunjuk Sehat Untuk memilih Fast Food
Cara untuk membatasi asupan makanan dan membuat seimbang asupan zat gizi yang masuk dalam tubuh adalah dengan cara mengatur sisa waktu makan. Misalnya bila kita pada waktu makan siap makan fast food burger, teruskan saja, akan tetapi pada waktu makan malam kita makan terutama sayur dan buah - buahan sehingga kita dapat membatasi asupan lemak untuk hari tersebut. Bila pada makan pagi kita makan fast food telur, bacon, kentang goreng, dan toast metega, maka pada makan siang hari kita makan salad.
Di bawah ini beberapa tips untuk memilih fast food dan cara untuk memodifikasinya sehingga akan meningkatkan kualitas makanan tersebut.
Burger
1. Pilih ukuran regular, hindari yang double burgers.
2. Hindari atau kurangi saus dan mayonaisenya.
3. Pilihkan ayam yang dibakar, grilled, baked, atau rebus. Deep fried mengandung lemak tinggi dan kalori.
4. Mintalah tambahan lettuce dan tomat bila memungkinkan.
Deep Fried Chicken
1. Pilihlah ukuran regular.
2. Buanglah kulitnya maka akan mengurangi 100 kalori yang berasal dari lemak dan garam.
3. Pesanlah potongan terpisah dari pada kombinasi atau makanan penuh, hal ini akan menghindari makanan berlebihan.
4. Hindari sausnya, maka akan mengurangi asupan kalori dan garam.
5. Untuk chicken nuggets, hindari saus honey maka akan mengurangi 50 kalori. Hindari barbeque atau saus asam manis maka akan mengurangi lebih banyak kalori
Kentang
1. Pilihlah kentang rebus daripada goreng akan mengurangi sekitar 200 kalori.
2. Pesan ukuran kecil daripada ukuran besar atau sedang akan mengurangi 100 - 180 kalori.
3. Hindari kentang deep fried dengan garam dan minyak.
4. Pilihlah nasi daripada kentang goreng. Minyak yang terdapat pada french fries akan menambah jumlah kalori yang dimakan.
Sandwich
1. Pilihlah ukuran regular atau junior.
Pizza
1. Pilihlah pizza keju dengan jamur, green pepper, dan bawang. Campuran pepperoni, saus, sandwich atau keju extra akan menambah lemak, garam, dan kalori sebanyak 170 kalori per potong.
2. Buanglah olives dan anchovies untuk mengurangi tambahan garam natrium.
3. Pilihlah yang tipis bukan yang tebal akan mengurangi 130 kalori.
4. Makanlah maksimum dua potong pizza.
5. Tambahkan salad pada pizza.
Salad
1. Pilih sayuran yang segar seperti lettuce, cucumber, tomat, wortel dan sayuran hijau, kidney bean, garbano bean, jagung, dan peas merupakan sumber serat yang baik.
2. Pilihlah sayuran yang segar bukan sayuran kaleng dalam sirup yang pekat untuk mengurangi asupan gula.
Minuman dan Desert
1. Batasi asupan milk shakes dan soft drink karena merupakan sumber lemak dan gula. Pilihlah air putih, mineral water, diet soft drink, low fat milk, dan juice buah.
2. Pilihlah yoghurt yang rendah lemak atau es krim ukuran kecil.
3. Hindari pastries seperti apple pie, danish pastries yang mengandung banyak lemak, gula, dan kalori.
Kesimpulan
Adalah memungkinkan untuk memilih fast food yang sehat. Semua ini memerlukan sedikit usaha dan akal sehat. Kuncinya adalah penurunan intake kalori, lemak, kolesterol, gula, dan natrium. Belilah sedikit dan makanlah hanya pada waktu makan. Fast food yang dimakan sebagai snack ambahan dari makanan sehari dapat menyebabkan intake yang berlebihan. Hindari porsi yang jumbo, big, giant atau deluxe. Bila fast food dimakan untuk satu kali waktu makan, usahakan agar makanan pada hari itu untuk seimbang dengan menghindari intake yang kaya kalori pada waktu makan berikutnya (Disarikan dari berbagai sumber oleh ESR).
Selasa, 08 Desember 2009
FAST FOOD (MAKANAN CEPAT SAJI)
Pernahkah pembaca dan keluarga berkunjung ke restoran makanan cepat saji (fast food)? Pelajaran apa yang dapat anda ambil dari trend mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food)? Pelayan yang ramah dan berpakaian rapi, pelayanan yang cepat, ruang makan yang bersih dan nyaman, kualitas makanan yang terstandarisasi, manajemen SDM yang baik serta lokasi usahanya yang strategis. Pernahkah pembaca berfikir tentang seberapa besar kalori yang terkandung dalam tiap porsi makanan cepat saji (fast food), sudahkah memenuhi unsur-unsur empat sehat
Pendahuluan
Perubahan pada pola hidup dan pola makan kita telah menyebabkan maraknya muncul makanan yang disebut dengan Fast Food, dalam bahasa Indonesia disebut "Makanan cepat saji". Saat ini tak ada banyak waktu untuk menyiapkan makanan maka dikenal eat on the run. Hal ini disebabkan oleh jadwal kegiatan yang padat dan sibuk. Makan di luar rumah terutama pada siang dan malam hari sudah merupakan hal yang umum di daerah perkotaan di
Fast food merupakan pilihan makanan yang baik bagi yang membutuhkan kecepatan, kenyamanan, terjamin kebersihannya, lezat rasanya, kepraktisan, dan harga yang relatif murah serta sedikit keluar tenaga, bisa sambil berekreasi serta bergengsi. Fast food kini telah menggeser makanan tradisional, bahkan telah merubah pola makan.
Kalori
Pada umumnya menu makanan cepat saji mengandung kalori, garam dan lemak termasuk kolesterol dalam jumlah yang besar, selain itu menu ala Barat umumnya hanya sedikit mengandung serat (dietary fiber) dibanding makanan di rumah tangga. Kalori adalah satuan ukuran untuk energi yang didapatkan tubuh dari makanan seperti dari karbohidrat, protein dan lemak. Setiap gram karbohidrat dan protein memberikan kurang lebih 4 kalori energi, sedangkan dari 1 gram lemak diperoleh hampir 9 kalori. Oleh karenanya dapat diduga bahwa menu makanan cepat saji ala Barat mengandung kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan rumahan serta tidak mengandung beberapa unsur yang diperlukan tubuh (serat, vitamin, mineral) dalam jumlah yang cukup.
Fungsi normal tubuh seperti bernapas dan denyut jantung, serta aktivitas fisik membutuhkan energi. Kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda, antara lain dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas seseorang. Kekurangan kalori merupakan salah satu penyebab menurunnya produktivitas kerja. Sebaliknya kelebihan kalori akan menambah berat badan dan menyebabkan kegemukan.
Banyak penelitian membuktikan, seperti halnya kegemukan (obesitas), konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah dan merupakan salah satu faktor resiko pemicu penyakit jantung, stroke dan diabetes. Selain itu, diet tinggi lemak juga memperbesar resiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar.
Dalam hidupnya, setiap orang juga membutuhkan asupan garam dari makanan, untuk mengganti sejumlah zat gizi yang dikeluarkan tubuh sehari-hari. Pengeluaran tersebut antara lain melalui keringat, tinja dan air kemih. Unsur natrium adalah kandungan mineral yang paling dominan menjadi komposisi garam dalam makanan. Pada orang tertentu, diet tinggi garam mempunyai hubungan dengan resiko terjadinya penyakit darah tinggi.
Adapun serat dari makanan merupakan karbohidrat komplek, yang tidak turut dicerna. Serat dapat membantu fungsi pencernaan dengan mengurangi kemungkinan sulit buang air besar, selain peran lainnya dalam menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Konsumsi Makanan Cepat Saji Harus Terkontrol
Salah satu pilihan untuk berbuka puasa bagi orang kantoran yang sibuk adalah makanan cepat saji karena selain enak, lezat, juga praktis. Namun harus dikaji apakah makanan cepat saji menyehatkan atau justru membahayakan kesehatan kita?
Pilihan mengkonsumsi makanan dari restoran cepat saji , terutama yang menyediakan menu ala Barat (Western Style), semakin sering dilakukan oleh masyarakat di kota-kota besar. Selain gerai restoran-restoran tersebut semakin mudah ditemukan di berbagai penjuru
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Health Education Authority, mayoritas konsumen makanan cepat saji berusia antara 15 - 34 tahun. Meskipun di Indonesia belum dilakukan penelitian dengan hasil yang akurat, namun dapat diduga bahwa para konsumen adalah kelompok pelajar, mahasiswa dan pekerja muda. Konsumen yang memilih makanan cepat saji umumnya berasalasan bahwa mereka memiliki keterbatasan waktu dan fasilitas untuk menyiapkan makanannya sendiri. Kelompok tertentu telah menjadikan makanan cepat saji sebagai bagian dari
Resiko Jika Mengkonsumsi Berlebihan
Menghonsumsi makanan cepat saji bukannya tanpa resiko. Samuel Hirsch, seorang pengacara dari
Hirsch juga mewakili dua klien lain dengan kasus serupa, yang dalam
waktu dekat akan maju ke pengadilan
Klien Hirsch lainnya, Israel Bradley biasa mengkonsumsi sekitar 400 gram kentang goreng, walau hanya sekali dalam seminggu. Di usianya yang ke-59 tahun, ia menderita tekanan darah tinggi, kencing manis dan kegemukan.
Kegemukan (Obesitas) Meningkat
Penelitian-penelitian menemukan adanya kaitan antara riwayat kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, dengan meningkatnya kegemukan. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), angka kejadian obesitas di negara maju seperti
Di wilayah Asia Pasifik, gejala ini juga mulai berkembang, terutama di wilayah perkotaan. Lebih mengejutkan, beberapa kasus obesitas ditemukan sejak usia anak-anak. Di Malaysia, Cina dan Jepang, sekitar 5 - 17 % kasus obesitas terjadi pada golongan usia yang relatif muda yaitu 6 - 14 tahun.
Bagaimana Memilih/Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Benar?
Menanggapi banyaknya tuntutan, pihak produsen makanan cepat saji menjelaskan bahwa tuduhan tersebut tidak masuk akal. "Tersedia banyak pilihan jenis restoran dan konsumen bebas menentukan pilihannya," sebagaimana diungkapkan Katharine Kim, juru bicara Asosiasi Restauran Nasional Amerika Serikat.
Walter Olson, pakar hukum dari Institut Manhattan melontarkan pembelaan senada, "Banyak orang umumnya sudah menyadari, bahwa mengkonsumsi burger keju ukuran besar tentu saja tidak sama dengan sayuran." Juru masak dari salah satu restoran yang dituntut mengatakan, "Lagipula, makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan, latihan jasmani juga penting." Menyikapi kontroversi yang muncul sekitar makanan cepat saji, memang sulit disangkal adanya kaitan antara riwayat kebiasaan mengkonsumsi hidangan cepat saji dengan kegemukan, yang manifestasi utamanya pada sistem pembuluh darah.
Di lain pihak, menu makanan cepat saji memang tidak selalu identik dengan makanan yang berbahaya bagi kesehatan, selama konsumsi jenis makanan tersebut dilakukan dengan lebih selektif, bijaksana serta tidak dijadikan suatu kebiasaan rutin.
Adalah tepat jika disadari pula, bahwa makanan bukan satu-satunya faktor pencetus kondisi-kondisi gangguan kesehatan tersebut. Kegemukan secara garis besar terjadi karena asupan kalori lebih banyak dari jumlah kalori yang dibakar, guna keperluan tubuh menjalankan fungsinya dan beraktivitas. Akibatnya, kelebihan kalori yang tidak dibakar tersebut akan menumpuk di tubuh, dalam bentuk lemak. Sehingga berat badan dan kandungan lemak dalam tubuh, termasuk kolesterol darah, dapat cenderung meningkat. Untuk itu, kita perlu lebih selektif dalam memilih makanan, serta dikombinasikan dengan kebiasaan hidup sehat lainnya. Misalnya, berolahraga secara teratur akan memberikan hasil lebih optimal pada kesehatan tubuh. (Rumawas, 2009
