Selasa, 08 Desember 2009

FAST FOOD (MAKANAN CEPAT SAJI)

Pernahkah pembaca dan keluarga berkunjung ke restoran makanan cepat saji (fast food)? Pelajaran apa yang dapat anda ambil dari trend mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food)? Pelayan yang ramah dan berpakaian rapi, pelayanan yang cepat, ruang makan yang bersih dan nyaman, kualitas makanan yang terstandarisasi, manajemen SDM yang baik serta lokasi usahanya yang strategis. Pernahkah pembaca berfikir tentang seberapa besar kalori yang terkandung dalam tiap porsi makanan cepat saji (fast food), sudahkah memenuhi unsur-unsur empat sehat lima sempurna? Apakah makanan tersebut tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi tubuh kita? Sudah selayaknya kita memandang segala sesuatu secara proporsional, menilai dengan objektif baik dan buruk dari setiap fenomena yang ada di sekitar kita. Alangkah lebih baik jika pengetahuan tersebut ditindaklanjuti dengan mengadopsi nilai-nilai positifnya dan memperbaiki hal-hal yang kurang baik sebagai bekal kita dalam menciptakan/memilih menu makanan sehat dan membangun usaha.


Pendahuluan

Perubahan pada pola hidup dan pola makan kita telah menyebabkan maraknya muncul makanan yang disebut dengan Fast Food, dalam bahasa Indonesia disebut "Makanan cepat saji". Saat ini tak ada banyak waktu untuk menyiapkan makanan maka dikenal eat on the run. Hal ini disebabkan oleh jadwal kegiatan yang padat dan sibuk. Makan di luar rumah terutama pada siang dan malam hari sudah merupakan hal yang umum di daerah perkotaan di Indonesia, oleh karena lebih banyak wanita yang bekerja di luar rumah, sehingga kurang waktu untuk menyiapkan makanan di rumah.

Oxford dictionary mendefinisikan fast food sebagai: makanan yang dapat diolah dan disajikan dalam waktu yang singkat dan mudah dalam hitungan beberapa menit, terutama di snack bar atau rumah makan. Bila kita mendengar istilah fast food maka kita langsung berpikiran makanan seperti burger, french fries, fried chicken, pizza, dan sebagainya. Sering dikacaukan dengan Junk Food, yang definisinya adalah makanan dengan nilai gizi yang rendah, misalnya Chikie, Cheese Ball, yang sangat disukai oleh anak. Umumnya fast food mengandung tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi gula dan garam yang membuat kita menolaknya. Kebanyakan fast food mengandung lebih dari 50% lemak, rendah besi, kalsium, riboflavin, serat makanan, vitamin A dan C. Kandungan vitamin C rendah bila tidak dimakan bersama buah atau juice buah. Apakah berarti kita harus menolak fast food? Bukan tidak perlu kita menolaknya karena berlawanan dengan kepercayaan umum, fast food dapat menjadi bagian dari makanan yang seimbang, yaitu dengan menyantap juga jenis makanan lain untuk membuatnya seimbang.

Fast food merupakan pilihan makanan yang baik bagi yang membutuhkan kecepatan, kenyamanan, terjamin kebersihannya, lezat rasanya, kepraktisan, dan harga yang relatif murah serta sedikit keluar tenaga, bisa sambil berekreasi serta bergengsi. Fast food kini telah menggeser makanan tradisional, bahkan telah merubah pola makan.

Kalori

Pada umumnya menu makanan cepat saji mengandung kalori, garam dan lemak termasuk kolesterol dalam jumlah yang besar, selain itu menu ala Barat umumnya hanya sedikit mengandung serat (dietary fiber) dibanding makanan di rumah tangga. Kalori adalah satuan ukuran untuk energi yang didapatkan tubuh dari makanan seperti dari karbohidrat, protein dan lemak. Setiap gram karbohidrat dan protein memberikan kurang lebih 4 kalori energi, sedangkan dari 1 gram lemak diperoleh hampir 9 kalori. Oleh karenanya dapat diduga bahwa menu makanan cepat saji ala Barat mengandung kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan rumahan serta tidak mengandung beberapa unsur yang diperlukan tubuh (serat, vitamin, mineral) dalam jumlah yang cukup.

Fungsi normal tubuh seperti bernapas dan denyut jantung, serta aktivitas fisik membutuhkan energi. Kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda, antara lain dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas seseorang. Kekurangan kalori merupakan salah satu penyebab menurunnya produktivitas kerja. Sebaliknya kelebihan kalori akan menambah berat badan dan menyebabkan kegemukan.

Banyak penelitian membuktikan, seperti halnya kegemukan (obesitas), konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah dan merupakan salah satu faktor resiko pemicu penyakit jantung, stroke dan diabetes. Selain itu, diet tinggi lemak juga memperbesar resiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar.

Dalam hidupnya, setiap orang juga membutuhkan asupan garam dari makanan, untuk mengganti sejumlah zat gizi yang dikeluarkan tubuh sehari-hari. Pengeluaran tersebut antara lain melalui keringat, tinja dan air kemih. Unsur natrium adalah kandungan mineral yang paling dominan menjadi komposisi garam dalam makanan. Pada orang tertentu, diet tinggi garam mempunyai hubungan dengan resiko terjadinya penyakit darah tinggi.

Adapun serat dari makanan merupakan karbohidrat komplek, yang tidak turut dicerna. Serat dapat membantu fungsi pencernaan dengan mengurangi kemungkinan sulit buang air besar, selain peran lainnya dalam menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Konsumsi Makanan Cepat Saji Harus Terkontrol

Salah satu pilihan untuk berbuka puasa bagi orang kantoran yang sibuk adalah makanan cepat saji karena selain enak, lezat, juga praktis. Namun harus dikaji apakah makanan cepat saji menyehatkan atau justru membahayakan kesehatan kita?
Pilihan mengkonsumsi makanan dari restoran cepat saji , terutama yang menyediakan menu ala Barat (Western Style), semakin sering dilakukan oleh masyarakat di kota-kota besar. Selain gerai restoran-restoran tersebut semakin mudah ditemukan di berbagai penjuru kota, para pengelola umumnya selalu melalukan inovasi untuk menciptakan varian baru.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Health Education Authority, mayoritas konsumen makanan cepat saji berusia antara 15 - 34 tahun. Meskipun di Indonesia belum dilakukan penelitian dengan hasil yang akurat, namun dapat diduga bahwa para konsumen adalah kelompok pelajar, mahasiswa dan pekerja muda. Konsumen yang memilih makanan cepat saji umumnya berasalasan bahwa mereka memiliki keterbatasan waktu dan fasilitas untuk menyiapkan makanannya sendiri. Kelompok tertentu telah menjadikan makanan cepat saji sebagai bagian dari gaya hidup.


Resiko Jika Mengkonsumsi Berlebihan

Menghonsumsi makanan cepat saji bukannya tanpa resiko. Samuel Hirsch, seorang pengacara dari New York, menuntut empat restoran cepat saji terkemuka di Amerika. Tuntutan itu dilakukan, karena makanan berkadar lemak tinggi yang disajikan restoran-restoran tersebut dianggap bertanggungjawab atas gangguan kesehatan dan kegemukan yang diderita kliennya, sebagaimana dikutip surat kabar Fox on-line.
Hirsch juga mewakili dua klien lain dengan kasus serupa, yang dalam
waktu dekat akan maju ke pengadilan New York. Frances Winn, klien Hirch, adalah pensiunan perawat berusia 57 tahun, mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji sedikitnya dua kali seminggu sejak tahun 1975. Hal itu membuat berat badannya meningkat, menderita tekanan darah tinggi, kolesterol dan gangguan kelenjar tiroid.
Klien Hirsch lainnya, Israel Bradley biasa mengkonsumsi sekitar 400 gram kentang goreng, walau hanya sekali dalam seminggu. Di usianya yang ke-59 tahun, ia menderita tekanan darah tinggi, kencing manis dan kegemukan.


Kegemukan (Obesitas) Meningkat

Penelitian-penelitian menemukan adanya kaitan antara riwayat kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, dengan meningkatnya kegemukan. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), angka kejadian obesitas di negara maju seperti Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Eropa sangat tinggi. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di wilayah Asia Pasifik, gejala ini juga mulai berkembang, terutama di wilayah perkotaan. Lebih mengejutkan, beberapa kasus obesitas ditemukan sejak usia anak-anak. Di Malaysia, Cina dan Jepang, sekitar 5 - 17 % kasus obesitas terjadi pada golongan usia yang relatif muda yaitu 6 - 14 tahun.

Bagaimana Memilih/Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Benar?

Menanggapi banyaknya tuntutan, pihak produsen makanan cepat saji menjelaskan bahwa tuduhan tersebut tidak masuk akal. "Tersedia banyak pilihan jenis restoran dan konsumen bebas menentukan pilihannya," sebagaimana diungkapkan Katharine Kim, juru bicara Asosiasi Restauran Nasional Amerika Serikat.

Walter Olson, pakar hukum dari Institut Manhattan melontarkan pembelaan senada, "Banyak orang umumnya sudah menyadari, bahwa mengkonsumsi burger keju ukuran besar tentu saja tidak sama dengan sayuran." Juru masak dari salah satu restoran yang dituntut mengatakan, "Lagipula, makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan, latihan jasmani juga penting." Menyikapi kontroversi yang muncul sekitar makanan cepat saji, memang sulit disangkal adanya kaitan antara riwayat kebiasaan mengkonsumsi hidangan cepat saji dengan kegemukan, yang manifestasi utamanya pada sistem pembuluh darah.

Di lain pihak, menu makanan cepat saji memang tidak selalu identik dengan makanan yang berbahaya bagi kesehatan, selama konsumsi jenis makanan tersebut dilakukan dengan lebih selektif, bijaksana serta tidak dijadikan suatu kebiasaan rutin.

Adalah tepat jika disadari pula, bahwa makanan bukan satu-satunya faktor pencetus kondisi-kondisi gangguan kesehatan tersebut. Kegemukan secara garis besar terjadi karena asupan kalori lebih banyak dari jumlah kalori yang dibakar, guna keperluan tubuh menjalankan fungsinya dan beraktivitas. Akibatnya, kelebihan kalori yang tidak dibakar tersebut akan menumpuk di tubuh, dalam bentuk lemak. Sehingga berat badan dan kandungan lemak dalam tubuh, termasuk kolesterol darah, dapat cenderung meningkat. Untuk itu, kita perlu lebih selektif dalam memilih makanan, serta dikombinasikan dengan kebiasaan hidup sehat lainnya. Misalnya, berolahraga secara teratur akan memberikan hasil lebih optimal pada kesehatan tubuh. (Rumawas, 2009).

Senin, 17 Agustus 2009

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

Pendahuluan

Seringkali karena alasan kepraktisan kita menyimpan banyak bahan makanan di rumah. Hal ini membantu kita untuk selalu memiliki persediaan bahan makanan sehingga tidak harus selalu pergi ke pasar atau supermarket sebelum memasak. Terlebih untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu kita kedatangan tamu atau terlalu sibuk sehingga tidak sempat pergi ke pasar ataupun supermarket. Apalagi selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri kita akan lebih sering memasak dan kedatangan tamu sehingga penyimpanan bahan makanan di rumah menjadi sangat penting.

Banyak hal harus diperhatikan dalam menyimpan bahan makanan tergantung dari jenis bahan yang akan kita simpan. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal kita harus memperlakukan bahan makanan secara khusus sesuai dengan sifat mereka masing-masing. Pada kesempatan ini marilah kita belajar bagaimana cara penyimpanan bahan makanan secara benar dan meminimalisasi tingkat kerusakannya sehingga kita memperolah manfaat yang optimal serta terhindar dari penyakit. Semoga apa yang kita pelajari bermanfaat bagi terwujudnya keluarga yang sehat dan bahagia. Amiin.

Faktor-faktor yang paling menentukan umur simpan bahan makanan antara lain; suhu (temperature), kelembaban udara (RH = relative humidity), persentase oksigen dan karbon dioksida di ruang penyimpanan (modified atmosphere/control atmosphere storage) serta kualitas bahan makanan pada awal penyimpanan. Setiap bahan makanan membutuhkan persyaratan yang berbeda, maka kombinasi yang tepat bagi setiap bahan akan memperpanjang umur simpannya. Untuk kebutuhan rumah tangga maka modified atmosphere/control atmosphere storage tidak umum dilakukan. Oleh karena itu yang dibahas kali ini hanya penyimpanan dalam ruangan suhu kamar dan penyimpanan dalam pendingin (kulkas).

Sayuran segar

Sayuran segar melanjutkan transpirasi dan respirasi serta mengalami perubahan warna, tekstur dan kualitas gizi selama penyimpanan. Perubahan-perubahan ini dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kondisi lingkungan sekitarnya. Vitamin seperti thiamin bersifat tidak stabil, oleh karena itu mengalami degradasi selama penyimpanan. Asam askorbat (vitamin C) mudah hilang dari komoditas sayuran yang disimpan dibawah kondisi aerob. Kehilangan komponen-komponen tersebut meningkat seiring dengan kenaikan suhu penyimpanan dan lamanya periode penyimpanan (Hui, 1992). Kerusakan mekanis terhadap jaringan tanaman selama pemanenan dan penanganan mungkin juga memberikan kontribusi terhadap kehilangan asam askorbat (Bennion, 1980).

Hui (1992) menyatakan bahwa faktor terpenting yang mempengaruhi umur simpan adalah kualitas komoditas pada saat panen. Faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan selama penyimpanan antara lain suhu, kelembaban udara (RH) dan sanitasi. Oleh karena itu ---dalam melakukan pembelian--- kita harus memilih komoditas yang memiliki tingkat kemasakan yang direkomendasikan (spesifik untuk setiap komoditas) serta tidak terdapat kerusakan fisik seperti memar, terpotong dan sebagainya. Rusaknya permukaan dan memar dapat meningkatkan kerentanan terhadap kehilangan air, serangan bakteri dan jamur.

Jaringan tanaman melakukan respirasi dengan menggunakan oksigen untuk mengkonversi karbohidrat menjadi karbondioksida, air dan energi. Energi yang dihasilkan oleh respirasi terutama dilepaskan sebagai panas. Laju respirasi dan jumlah panas yang dibebaskan meningkat dengan kenaikan suhu penyimpanan, kurang lebih 2 sampai 3 kali untuk setiap peningkatan suhu sebesar 10oC. Suhu juga mempengaruhi laju metabolisme, germinasi spora dan pertumbuhan patogen, softening, kehilangan air dan pertumbuhan yang tidak dikehendaki seperti perkecambahan.

Mengingat sebagian besar jenis sayuran bersifat mudah rusak bahkan sangat mudah rusak maka kita harus segera membersihkan sayuran yang telah kita beli dari pasar (umumnya sayuran dari supermarket telah dibersihkan), setelah itu memasukkannya ke dalam kantong plastik yang dilubangi sekitar 5% dari luas permukaan kemudian menyimpannya di dalam pendingin (kulkas). Pembersihan sayuran ditujukan untuk menghilangkan tanah ataupun mikroorganisme penyebab kebusukan. Sedangkan pengemasan dalam plastik berperforasi dapat meminimalisasi kelayuan dan mencegah reaksi anaerob yang menyebabkan bau. Untuk Pembaca yang tidak memiliki kulkas sebaiknya memilih sayuran yang relatif tidak mudah rusak untuk persediaan di rumah seperti kacang panjang, buncis, wortel, kentang dan lain-lain.

Buah-buahan

Buah-buahan sangat penting bagi kelengkapan menu makanan di rumah kita. Terutama jika makanan yang disajikan berpotensi mengandung radikal bebas (makanan yang dibakar ---misalnya sate ataupun makanan digoreng) maka sebaiknya sesegera mungkin mengkonsumsi buah-buahan. Buah-buahan umumnya mengandung vitamin C (misalnya jeruk) ---yang akan mengikat radikal bebas tersebut sehingga tidak sampai merusak sel-sel tubuh. Buah-buahan yang berwarna orange seperti pepaya juga mengandung pro Vitamin A yang sangat bagus bagi kesehatan mata.

Seperti halnya sayuran, buah-buahan mengalami transpirasi dan tetap melanjutkan respirasi setelah dipanen. Oleh karena itu semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk distribusi buah-buahan tersebut dari lahan sampai dengan konsumen maka nilai gizinya akan semakin menurun. Karena alasan tersebut, penulis sarankan untuk membeli buah-buahan lokal dibandingkan dengan buah-buahan impor karena nutrisi yang terkandung di dalamnya relatif masih banyak ---karena waktu tempuh mulai lahan sampai dengan konsumen lebih pendek.

Penyimpanan buah-buahan tidak berbeda jauh dengan penyimpanan sayuran. Namun harus diingat bahwa terdapat 2 jenis buah-buahan yaitu klimakterik dan non klimakterik. Buah-buahan klimakterik akan memiliki laju respirasi yang lebih besar dibandingkan dengan buah-buahan non klimakterik sehingga buah-buahan klimakterik akan memiliki laju kerusakan lebih besar dibandingkan dengan buah-buahan non klimakterik. Untuk menghambat laju respirasi sebaiknya buha-buahan klimakterik disimpan di dalam pendingin (kulkas), mengingat dalam suhu yang lebih rendah maka respirasi buah-buahan tersebut akan lebih rendah sehingga susut berat dan kehilangan nutrisi dapat dikendalikan.

Jika keluarga anda penyuka pisang dan kebetulan memiliki setundun pisang yang sebagian telah masak pohon maka sebaiknya pembaca menyimpannya dengan cara membalik tundun pisang tersebut --- bagian bawah di atas agar etilen yang dihasilkan menguap ke atas dan mengenai bagian ujung tundun sehingga pisang-pisang tersebut lebih cepat matang.

Beras

Beras harus disimpan dalam wadah yang kering dan tertutup mengingat beras dapat menyerap udara lembab di sekitarnya sehingga kadar airnya meningkat dan rentan terhadap jamur. Beras juga harus aman dari jangkauan berbagai jenis binatang baik itu kutu beras, kecoa bahkan tikus.

Ayam, Daging dan Ikan

Penyimpanan ayam, daging dan ikan hampir sama, namun untuk ikan sebaiknya isi perutnya dibuang terlebih dahulu. Sebelum disimpan di dalam freezer sebaiknya ayam, ikan dan daging dicuci bersih dengan menggunakan air mengalir (langsung dari kran). Akan lebih baik jika sebelumnya diberi perasan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu masukkan dalam wadah non besi (boleh juga kantong plastik) yang bersih dan simpan di dalam freezer.

Makanan Dalam Kaleng

Penyimpanan makanan dalam kaleng seperti sarden, jamur kaleng, dan lain-lain harus hati-hati. Jauhkan dari tempat yang lembab. Sebaiknya tidak memasukkan makanan dalam kaleng ke pendingin (kulkas) karena kemungkinan besar kaleng akan mengalami korosi. Jika ingin menyimpan makanan tersebut di kulkas sebaiknya pindahkan terlebih dahulu ke dalam wadah porselin (ESR).

Pesan Kebaikan bulan ini:

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah (2) : 183)

Teriring ucapan Selamat menyambut Puasa Ramadhan 1430 H bagi Saudara-saudaraku umat muslim. Mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang dicintai Sang Pencipta, peduli penderitaan sesama, jujur dalam sikap dan tingkah laku ….. Terus berkarya!

Minggu, 16 Agustus 2009

BUAH MANGGIS


Pendahuluan

Bulan Ramadhan 1430 H semakin dekat, sudahkah Pembaca menyiapkan kesehatan fisik dan mental untuk menyambutnya? Kita perlu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan, menghindari segala bentuk makanan dan minuman yang tidak halal serta tidak sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh kita. Selain itu kita juga harus mampu mengelola pekerjaan sehingga target yang telah ditetapkan tercapai dan tetap mempunyai waktu istirahat yang cukup. Dari segi mental kita harus memantaskan diri untuk mendapatkan hidayah dan ampunanNYA dengan cara membersihkan hati, meluruskan niat dan meningkatkan kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar.

Pada bulan Ramadhan kita cenderung lebih memperhatikan kelengkapan unsur gizi dari makanan dan minuman yang disajikan di rumah baik itu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan lain sebagainya. Meskipun semestinya di bulan-bulan yang lain kita juga memperhatikannya. Untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh terutama dalam menghadapi puasa Ramadhan kita biasanya menyajikan nasi, sayuran, tempe, tahu, ikan, daging, telur, ayam, susu, kolak dan aneka buah-buahan. Pada kesempatan ini, marilah kita belajar mengenai buah manggis dengan segala manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Selain itu buah manggis merupakan simbol kejujuran, mengingat jumlah juringan daging buah akan selalu sama dengan jumlah helaian mirip mahkota bunga yang terdapat di bagian ujung kulit buah. Kita harus selalu menjunjung tinggi kejujuran, meski untuk itu kita menerima “banyak hambatan” dari lingkungan di sekitar kita. Percayalah, setelah mereka mendapatkan pencerahan, niscaya hambatan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Semoga apa yang kita pelajari memperluas cakrawala kita bahwa buah lokal memiliki kualitas yang tidak kalah baik dibandingkan buah impor dan kita menjadi semakin cinta dengan produk dalam negeri (buah lokal). Di samping itu, dengan mengkonsumsi buah lokal yang harganya murah kita mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.

Apakah Buah Manggis Itu?

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah jenis buah yang berasal dari Asia Tenggara dan memiliki rasa “exotic”, perpaduan yang pas antara manis dengan sedikit asam. Buah manggis mempunyai nama pendek yaitu “Queen of Fruits” dan di beberapa belahan dunia dikenal sebagai “Food of the Gods” dikarenakan beberapa manfaatnya bagi kesehatan dan untuk rasanya yang sangat menyenangkan. Sejak ratusan tahun yang lalu orang China memanfaatkan manggis untuk mendorong tercapainya kesehatan yang optimal. Kenapa buah manggis bermanfaat bagi kesehatan? Karena di dalam kulit buah terkandung zat bermanfaat bagi kesehatan. Di dalam kulit luar yang keras tersebut terkandung phytoceuticals yang disebut “xanthones”. Perlu diketahui bahwa setiap buah manggis terdiri atas: kulit buah (pericarp/rind): halus, tebal 6 sampai 10 mm dan berwarna ungu (purple); daging buah (pulp): berwarna putih dalam skala 4 sampai 8.

Apakah Xanthones itu?

Xanthones merupakan fenol-fenol tanaman yang aktif secara biologis dan secara struktural sama dengan flavonoids yang sudah ditemukan dan bermanfaat bagi kesehatan. Ketika menjadi xanthones, tidak ada buah lain yang memiliki konsentrasi xanthones yang lebih besar dibandingkan buah manggis. Satu kunci dari manfaat xanthones adalah sifat-sifat antioksidan mereka. Xanthones memiliki sebuah electron ekstra dan membantu mencari-cari dan menetralkan radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan atom-atom yang memiliki jumlah electron yang tidak seharusnya. Semua radikal bebas menimbulkan kerusakan di dalam sel-sel tubuh karena mereka keluyuran di dalam tubuh untuk mencari elektron lain.

Xanthones merupakan phytonutrients yang sangat bermanfaat dan ditemukan pada sedikit tanaman dan dibentuk oleh molekul-molekul karbon dalam struktur yang stabil. Xanthones terbukti efektif dalam menghambat radang sebaik potensinya sebagai antioksidan dalam melawan kerusakan akibat radikal bebas.

Terdapat sekitar 200 xanthones yang sudah ditemukan di alam, 43 diantaranya ditemukan pada buah manggis. Buah manggis sebagai salah satu sumber xanthones yang dapat dimakan merupakan satu diantara bahan yang memiliki kadar tertinggi.

Manfaat Buah Manggis

Jus buah manggis bermanfaat dalam memperbaiki sistem pernafasan yang sehat, memperkuat sistem kekebalan tubuh, mendukung tulang rawan dan fungsi sambungan (sendi), menjaga pencernaan yang sehat serta menetralkan radikal bebas. Di dalam jus buah manggis (kulit + daging buah) terdapat xanthones. Setiap xanthone memiliki wilayah target yang spesifik dari tubuh kita dan terdapat sekitar 43 xanthones yang ditemukan di dalam buah manggis, oleh karena itu terdapat 43 xanthones dengan tugas yang unik jika dihubungkan dengan tubuh kita. Sebagai contoh, xanthone Alpha-Mangostin berfungsi sebagai anti oksidan, Gamma Mangostin sebagai anti-inflammatory, and Garcinone E sebagai anti-tumor agent. Setiap xanthone memiliki kerangka molecular yang sama tetapi memiliki asesoris kimia (sidechains) yang berbeda sehingga memungkinkan setiap xanthone menunjukkan fungsi biologis yang spesifik.

Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa buah manggis memiliki lebih dari 100 efek positif bagi kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat yang diberikan oleh suplemen makanan dari buah manggis:

1. Anti-Bakterial
Beberapa studi menunjukkan bahwa xanthones dapat menghambat reproduksi beberapa jenis bakteri seperti salmonella typhi dan tuberculosis.

2. Anti-Jamur
Xanthones dari buah manggis telah diuji dalam eksperimen melawan jiga jenis jamur yang umum dan menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan mereka.

3. Anti-Inflammatory
Peneliti-peneliti dari India menggunakan kulit buah manggis untuk meneliti efek-efeknya pada jenis-jenis radang di dalam tubuh dan menunjukkan hasil yang positif. Di dalam penelitian yang lain menunjukkan tentang efek buah manggis terhadap radang mencatat bahwa xanthones tidak mengganggu mekanisme penggumpalan darah atau menghasilkan luka lambung. Kedua hal tersebut merupakan efek samping yang serius dari minuman-minuman anti-inflammatory.

4. Anti-Lipidemia-lowering of blood cholesterol

Ilmuwan-ilmuwan dari Australia dan Thailand memiliki postulat bahwa buah manggis menghambat kerusakan oksidatif (radikal bebas), dengan demikian dimungkinkan dapat membantu menurunkan oksidasi dari LDL (kolesterol jahat). Setelah melalui serangkaian eksperimen para ilmuwan menyimpulkan bahwa buah manggis merupakan inhibitor yang efektif bagi oksidasi LDL.

5. Antioxidant
Setelah mempelajari tentang sifat-sifat antioksidan dari buah manggis, sebuah uji laboratorium terbaru yang disebut Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC), yang dikembangkan oleh para peneliti USDA di Tuft University, para peneliti menemukan bahwa kulit buah manggis menunjukkan aktivitas mencari-cari potensi radikal bebas.

6. Anti-tumor/Kanker
Aktivitas anti kanker dari phytoceuticals buah manggis khususnya Garcinone E telah terdokumentasi dengan baik. Garcinone E, sebuah xanthone yang ditemukan hanya pada buah manggis, merupakan senyawa alamai dan diketahui tidak memiliki efek samping, seperti halnya 5 chemotherapeutic agents yang umum digunakan.

7. Anti-Viral
Karena xanthones memiliki kemampuan anti viral, ilmuwan-ilmuwan di University of Singapore meneliti efek xanthones buah manggis terhadap virus HIV. Di dalam eksperimen, dua xanthones menunjukkan kemampuan untuk bercampur dengan HIV protease sehingga menyebabkan virus tetap tidak dewasa dan tidak mampu melakukan infeksi.

Penutup

Setelah mengetahui begitu banyak manfaat yang terdapat di dalam buah manggis, masihkah Pembaca ragu-ragu untuk membeli dan menyajikan buah manggis di rumah anda? Perlu diingat bahwa buah manggis yang dijual di pasaran adalah produk Indonesia, maka jika anda membelinya secara tidak langsung akan menyejahterakan petani kita. Di bandingkan dengan buah-buahan impor maka manfaat buah manggis akan jauh lebih besar. Hal ini disebabkan waktu yang dibutuhkan untuk distribusi buah lokal akan lebih pendek dibandingkan dengan buah-buahan impor. Lamanya waktu distribusi akan semakin menurunkan nutrisi yang terkandung di dalam buah-buah impor (ESR).

Pesan Kebaikan bulan ini:

Kesehatan dan kejujuran adalah dua hal yang harus diupayakan, dijaga dan dipertahankan sebagai indentitas pribadi. Karena keduanya adalah modal untuk membangun Indonesia yang sejahtera, adil dan damai. (Persembahan untuk Indonesiaku yang harus terus berbenah sejak merdeka 17 Agustus 1945 ---64 tahun lalu)



Minggu, 12 Juli 2009

TELUR


Pendahuluan

Pada kesempatan ini perkenankan kami mengajak kita semua mengingat kembali tentang bahan pangan yang pasti Pembaca semua sudah akrab dengannya, apalagi kalau bukan telur. Telur digunakan dalam pembuatan roti, kue kering dan lauk sehari-hari. Olahan telur cocok disajikan di setiap kesempatan makan, baik makan pagi, makan siang maupun makan malam. Olahan telur identik dengan sesuatu yang istimewa, misalkan nasi goreng istimewa pasti ditambahi telur goreng. Kita menambahkan telur untuk membuat makanan yang disajikan menjadi lebih enak. Pengolahan telur dapat dilakukan dengan perebusan, penggorengan ataupun pembakaran, disesuaikan dengan selera. Teman saya ---seorang dosen di PTN--- lebih suka telur rebus yang dipenyet di sambal tomat, dimakan bareng sayur kecipir, bayam dan nasi. Sementara saya sendiri lebih sering memasak telur dengan cara mencampurnya dengan mie rebus bersama wortel, tomat, sawi hijau, bawang putih dan cabai. Cobalah Pembaca, keduanya enak sekali, apalagi kalau dimakan selagi masih hangat. Perlu diingat Pembaca, bahwa dalam setiap penyajian makanan tetap harus memperhatikan terpenuhinya kebutuhan gizi baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta tidak mengandung bahan tambahan makanan (pengawet, pewarna dan penyedap) yang berbahaya.

Telur juga sangat cocok sebagai stok bahan pangan di rumah tangga, karena relatif awet dibandingkan bahan pangan sumber protein hewani yang lain seperti daging, ayam, ikan segar dan lainnya. Jadi kalau ada keluarga yang keburu lapar sebelum masakan siap atau ada tamu mendadak kita dapat dengan cepat menyajikan masakan berbahan telur.

Pembaca, zat gizi apa saja yang terkandung di dalam telur? Bagaimana cara memilih, mengolah dan menyimpan telur yang baik? Marilah kita mengingat kembali pelajaran tentang telur. Dengan demikian kita akan mendapatkan manfaat yang besar dari telur sehingga kebutuhan gizi terpenuhi dan keluarga kita sehat.

Struktur, Sifat dan Kandungan Gizi

Telur telah menjadi makanan manusia sejak jaman dahulu karena merupakan salah satu jenis makanan sumber protein alami yang hampir sempurna dan mengandung nutrisi berkualitas tinggi lainnya. Telur merupakan jenis makanan yang siap dicerna dan dapat menyediakan porsi yang cukup besar dari kebutuhan nutrisi harian untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Telur digunakan dalam banyak cara baik dalam industri makanan maupun di rumah. Telur ayam merupakan jenis telur yang paling penting dibandingkan dengan telur bebek, angsa, puyuh dan lain sebagainya.

Rata-rata berat telur ayam adalah 58 g dengan 3 proporsi terbesar adalah kuning telur, putih telur dan cangkang. Telur dikelilingi oleh cangkang berpori setebal 0,2 – 0,4 mm. Di dalam cangkang dibatasi dengan 2 membran yang berdekatan. Kedua membran terpisah di akhir bagian telur yang besar membentuk rongga udara. Rongga udara berdiameter 5 mm di dalam telur yang masih baru dan membesar selama penyimpanan. Hal ini dapat digunakan untuk mengetahui umur telur, jadi kalau membeli telur pilihlah yang rongga udaranya kecil. Putih telur (albumen) merupakan cairan seperti gel yang terdiri atas 4 fraksi yang berbeda viskositasnya. Bagian dalam telur ---kuning telur--- dikelilingi dengan putih telur (albumen). Putih telur merupakan 10 % bagian cair yang mengandung berbagai jenis protein sedangkan komponen lain terdapat dalam jumlah yang kecil. pH putih telur yang masih baru berkisar pada 7,6 – 7,9 dan meningkat sampai dengan 9,7 selama penyimpanan akibat difusi CO2 terlarut melalui cangkang, tergantung pada lamanya waktu dan suhu penyimpanan. Sebagai contoh, pH 9,4 tercatat setelah telur disimpan selama 21 hari pada suhu 3 – 35oC. Kuning telur merupakan sebuah emulsi lemak di dalam air dengan sekitar 50% kadar bahan kering dan terdiri atas protein (1/3) dan lipida (2/3). Transfer air dari putih telur menurunkan kadar padatan dalam kuning telur sebanyak 2 – 4 % selama penyimpanan 1 – 2 minggu.

Jenis dan komposisi protein yang terkandung dalam putih telur adalah: ovalbumin 58%; conalbumin 13%; ovomucoid 11%; Lysozyme 3,5%; ovoglobulin G2 4%; ovoglobulin G3 4%; ovomucin 1,5%; flavoprotein 0,8%; ovoglycoprotein 0,5%; ovoinhibitor 0,1% dan avidin 0,05% (Keterangan: persentase dari total protein yang terkandung di dalam putih telur). Sedangkan komposisi karbohidrat dari glycoprotein putih telur ayam sebagai berikut: ovalbumin 3,2%; ovomucoid 23%; α-ovomucin 13%; ovoglycoprotein 31%; ovoinhibitor (A) 9,2% dan avidin 10%.

Unsur-unsur lain yang terkandung di dalam putih telur adalah lipida 0,03%; karbohidrat sekitar 1% dengan bagian yang terikat protein 0,5% dan bagian yang bebas 0,4 – 0,5%. Jenis karbohidrat bebas yang terkandung dalam putih telur meliputi glukosa 98%; dan manosa, galaktosa, arabinosa, xylosa, ribosa dan deoxyribosa, totalnya sebesar 0,2 – 2,0 mg/100 g putih telur. Kandungan mineral dari putih telur sebesar 0,6% beserta komposisinya dapat dilihat pada Tabel 1. Sedangkan kandungan vitamin, jenis dan persentase lipida serta komposisi fraksi granula dan plasma berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2, 3 dan 4.


Tabel 1. Kandungan Mineral Telur


Putih telur (%)

Kuning telur (%)

Sulfur

0,195

0,016

Phosphor

0,018

0,543 – 0,980

Sodium

0,161 – 0,169

0,070 – 0,093

Potassium

0,145 – 0,167

0,112 – 0,360

Magnesium

0,009

0,032 – 0,128

Kalsium

0,008 – 0,02

0,121 – 0,262

Besi

0,0009

0,0053 – 0,011


Tabel 2. Kandungan Vitamin Telur

(mg/100 g bagian yang bisa dimakan)

Vitamin

Keseluruhan telur

Putih telur

Kuning telur

A

0,22

0

1,12

Thiamine

0,11

Trace

0,29

Riboflavin

0,30

0,27

0,44

Niacin

0,1

0,1

0,1

B6

0,12

Trace

0,3

Pantothenic acid

1,59

0,14

3,72

Biotin

0,025

0,007


Asam folat

0,051

0,016

0,15

Tocopherols

1,0

0

3,0

Α-tocopherol

0,46




Tabel 3. Jenis dan Persentase Lipida Kuning Telur

Fraksi Lipida

a

b

Triacylglycerols

66


Phospholipids

28


Phosphatidyl choline


73

Phosphatidyl ethanolamine


15,5

Lysophosphatidyl choline


5,8

Sphingomyelin


2,5

Lysophosphatidyl ethanolamine


2,1

Plasmalogen


0,9

Phosphatidyl inositol


0,6

Cholesterol, cholesterols esters dan komponen lain

6


Keterangan :

a sebagai persen dari total lipida

b sebagai persen dari fraksi phospolipid


Table 4. Komposisi Fraksi Plasma dan Granula Kuning Telur

Fraksi

Lipida

Protein

Mineral

Kuning telur

63,5

32,4

2,1

Granula

6,9

16,1

1,4

Lipovitellins

(HDL = High Density

Lipoprotein)

3,5

12,3


Phosvitin


4,6


LDL = Low Density Lipoprotein

2,5

0,3


Plasma

59,3

13,9

1,5

Livetins


10,6


LDL = Low Density Lipoprotein

59,4

6,6



Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa telur mengandung berbagai zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama yang sedang dalam proses pertumbuhan, oleh karena itu telur sangat baik diberikan kepada anak-anak. Sedangkan untuk orang dewasa yang kadar kolestrolnya sudah tinggi konsumsi telur harus diatur supaya tidak berlebihan.

Penyimpanan Telur

Sebelum telur disimpan harus dibersihkan dari segala macam kotoran yang menempel dengan cara dicuci dengan larutan antiseptik yang aman bagi tubuh, setelah itu segera dikeringkan dengan tisu ataupun kain yang lembut. Hal ini untuk membersihkan kuman penyebab penyakit, terlebih dengan merebaknya kasus flu burung. Pengeringan bertujuan untuk menghindarkan telur dari pembusukan akibat air yang kemungkinan besar akan meresap melalui cangkang yang berpori.

Banyak perubahan yang terjadi di dalam telur selama penyimpanan. Difusi CO2 melalui pori-pori cangkang, yang dimulai sejak telur diletakkan, menyebabkan peningkatan pH yang besar khususnya di dalam putih telur. Evaporasi air secara gradual melalui cangkang menyebabkan penurunan densitas dan rongga udara membesar. Viskositas putih telur menurun. Kuning telur kompak dan tegak lurus pada telur segar tetapi menjadi rata selama penyimpanan. Penurunan kualitas telur akan lebih rendah pada suhu penyimapan yang lebih rendah, seperti kehilangan CO2 dan air. Karena itu, penyimpanan dingin merupakan bagian yang penting dari pengawetan telur. Umumnya, kombinasi antara suhu 0 sampai -1,5oC dan RH 85 – 90 % digunakan dalam menyimpan telur. Kondisi seperti tersebut dapat diciptakan oleh kulkas (pendingin) di rumah tangga. Pelapisan permukaan telur dengan minyak mineral berbasis parafin secara efisien mencegah CO2 dan penguapan air, tetapi keuntungan nyata didapat hanya jika perlakuan diberikan sehari setelah telur dihasilakan, karena pada saat tersebut kehilangan CO2 paling tinggi. Penyimpanan telur dalam udara terkontrol (Controlled Atmosphere Storage) dimana udara dijaga agar kadar CO2 menjadi 45% akan memeperpanjang umur telur menjadi 6 – 9 bulan.

Pengolahan Telur

Agar kandungan gizi yang terdapat di dalam telur dapat secara maksimal bermanfaat bagi tubuh maka kita harus memperhatikan cara pengolahannya. Perlu diketahui bahwa zat gizi yang terkandung di dalam telur dapat rusak akibat proses memasak yang tidak benar. Banyak sekali orang di sekitar kita yang lebih menyukai makanan (termasuk telur goreng) yang gosong dibandingkan dengan yang tidak gosong. Padahal telur yang gosong telah mengalami kerusakan (denaturasi) protein. Kandungan gizi makanan berbanding terbalik dengan lamanya proses pengolahan dan suhu yang digunakan. Artinya semakin lama proses pengolahan maka kandungan gizi makanan tersebut akan semakin menurun. Begitu juga dengan suhu pengolahan, semakin tinggi suhu pengolahan maka kandungan gizi makanan tersebut akan semakin menurun (ESR).

Pesan Kebaikan bulan ini:

Bangsa yang kuat didukung oleh generasi yang sehat dari keluarga yang peduli pola hidup dan makanan yang sehat.