Senin, 17 Agustus 2009

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

Pendahuluan

Seringkali karena alasan kepraktisan kita menyimpan banyak bahan makanan di rumah. Hal ini membantu kita untuk selalu memiliki persediaan bahan makanan sehingga tidak harus selalu pergi ke pasar atau supermarket sebelum memasak. Terlebih untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu kita kedatangan tamu atau terlalu sibuk sehingga tidak sempat pergi ke pasar ataupun supermarket. Apalagi selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri kita akan lebih sering memasak dan kedatangan tamu sehingga penyimpanan bahan makanan di rumah menjadi sangat penting.

Banyak hal harus diperhatikan dalam menyimpan bahan makanan tergantung dari jenis bahan yang akan kita simpan. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal kita harus memperlakukan bahan makanan secara khusus sesuai dengan sifat mereka masing-masing. Pada kesempatan ini marilah kita belajar bagaimana cara penyimpanan bahan makanan secara benar dan meminimalisasi tingkat kerusakannya sehingga kita memperolah manfaat yang optimal serta terhindar dari penyakit. Semoga apa yang kita pelajari bermanfaat bagi terwujudnya keluarga yang sehat dan bahagia. Amiin.

Faktor-faktor yang paling menentukan umur simpan bahan makanan antara lain; suhu (temperature), kelembaban udara (RH = relative humidity), persentase oksigen dan karbon dioksida di ruang penyimpanan (modified atmosphere/control atmosphere storage) serta kualitas bahan makanan pada awal penyimpanan. Setiap bahan makanan membutuhkan persyaratan yang berbeda, maka kombinasi yang tepat bagi setiap bahan akan memperpanjang umur simpannya. Untuk kebutuhan rumah tangga maka modified atmosphere/control atmosphere storage tidak umum dilakukan. Oleh karena itu yang dibahas kali ini hanya penyimpanan dalam ruangan suhu kamar dan penyimpanan dalam pendingin (kulkas).

Sayuran segar

Sayuran segar melanjutkan transpirasi dan respirasi serta mengalami perubahan warna, tekstur dan kualitas gizi selama penyimpanan. Perubahan-perubahan ini dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kondisi lingkungan sekitarnya. Vitamin seperti thiamin bersifat tidak stabil, oleh karena itu mengalami degradasi selama penyimpanan. Asam askorbat (vitamin C) mudah hilang dari komoditas sayuran yang disimpan dibawah kondisi aerob. Kehilangan komponen-komponen tersebut meningkat seiring dengan kenaikan suhu penyimpanan dan lamanya periode penyimpanan (Hui, 1992). Kerusakan mekanis terhadap jaringan tanaman selama pemanenan dan penanganan mungkin juga memberikan kontribusi terhadap kehilangan asam askorbat (Bennion, 1980).

Hui (1992) menyatakan bahwa faktor terpenting yang mempengaruhi umur simpan adalah kualitas komoditas pada saat panen. Faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan selama penyimpanan antara lain suhu, kelembaban udara (RH) dan sanitasi. Oleh karena itu ---dalam melakukan pembelian--- kita harus memilih komoditas yang memiliki tingkat kemasakan yang direkomendasikan (spesifik untuk setiap komoditas) serta tidak terdapat kerusakan fisik seperti memar, terpotong dan sebagainya. Rusaknya permukaan dan memar dapat meningkatkan kerentanan terhadap kehilangan air, serangan bakteri dan jamur.

Jaringan tanaman melakukan respirasi dengan menggunakan oksigen untuk mengkonversi karbohidrat menjadi karbondioksida, air dan energi. Energi yang dihasilkan oleh respirasi terutama dilepaskan sebagai panas. Laju respirasi dan jumlah panas yang dibebaskan meningkat dengan kenaikan suhu penyimpanan, kurang lebih 2 sampai 3 kali untuk setiap peningkatan suhu sebesar 10oC. Suhu juga mempengaruhi laju metabolisme, germinasi spora dan pertumbuhan patogen, softening, kehilangan air dan pertumbuhan yang tidak dikehendaki seperti perkecambahan.

Mengingat sebagian besar jenis sayuran bersifat mudah rusak bahkan sangat mudah rusak maka kita harus segera membersihkan sayuran yang telah kita beli dari pasar (umumnya sayuran dari supermarket telah dibersihkan), setelah itu memasukkannya ke dalam kantong plastik yang dilubangi sekitar 5% dari luas permukaan kemudian menyimpannya di dalam pendingin (kulkas). Pembersihan sayuran ditujukan untuk menghilangkan tanah ataupun mikroorganisme penyebab kebusukan. Sedangkan pengemasan dalam plastik berperforasi dapat meminimalisasi kelayuan dan mencegah reaksi anaerob yang menyebabkan bau. Untuk Pembaca yang tidak memiliki kulkas sebaiknya memilih sayuran yang relatif tidak mudah rusak untuk persediaan di rumah seperti kacang panjang, buncis, wortel, kentang dan lain-lain.

Buah-buahan

Buah-buahan sangat penting bagi kelengkapan menu makanan di rumah kita. Terutama jika makanan yang disajikan berpotensi mengandung radikal bebas (makanan yang dibakar ---misalnya sate ataupun makanan digoreng) maka sebaiknya sesegera mungkin mengkonsumsi buah-buahan. Buah-buahan umumnya mengandung vitamin C (misalnya jeruk) ---yang akan mengikat radikal bebas tersebut sehingga tidak sampai merusak sel-sel tubuh. Buah-buahan yang berwarna orange seperti pepaya juga mengandung pro Vitamin A yang sangat bagus bagi kesehatan mata.

Seperti halnya sayuran, buah-buahan mengalami transpirasi dan tetap melanjutkan respirasi setelah dipanen. Oleh karena itu semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk distribusi buah-buahan tersebut dari lahan sampai dengan konsumen maka nilai gizinya akan semakin menurun. Karena alasan tersebut, penulis sarankan untuk membeli buah-buahan lokal dibandingkan dengan buah-buahan impor karena nutrisi yang terkandung di dalamnya relatif masih banyak ---karena waktu tempuh mulai lahan sampai dengan konsumen lebih pendek.

Penyimpanan buah-buahan tidak berbeda jauh dengan penyimpanan sayuran. Namun harus diingat bahwa terdapat 2 jenis buah-buahan yaitu klimakterik dan non klimakterik. Buah-buahan klimakterik akan memiliki laju respirasi yang lebih besar dibandingkan dengan buah-buahan non klimakterik sehingga buah-buahan klimakterik akan memiliki laju kerusakan lebih besar dibandingkan dengan buah-buahan non klimakterik. Untuk menghambat laju respirasi sebaiknya buha-buahan klimakterik disimpan di dalam pendingin (kulkas), mengingat dalam suhu yang lebih rendah maka respirasi buah-buahan tersebut akan lebih rendah sehingga susut berat dan kehilangan nutrisi dapat dikendalikan.

Jika keluarga anda penyuka pisang dan kebetulan memiliki setundun pisang yang sebagian telah masak pohon maka sebaiknya pembaca menyimpannya dengan cara membalik tundun pisang tersebut --- bagian bawah di atas agar etilen yang dihasilkan menguap ke atas dan mengenai bagian ujung tundun sehingga pisang-pisang tersebut lebih cepat matang.

Beras

Beras harus disimpan dalam wadah yang kering dan tertutup mengingat beras dapat menyerap udara lembab di sekitarnya sehingga kadar airnya meningkat dan rentan terhadap jamur. Beras juga harus aman dari jangkauan berbagai jenis binatang baik itu kutu beras, kecoa bahkan tikus.

Ayam, Daging dan Ikan

Penyimpanan ayam, daging dan ikan hampir sama, namun untuk ikan sebaiknya isi perutnya dibuang terlebih dahulu. Sebelum disimpan di dalam freezer sebaiknya ayam, ikan dan daging dicuci bersih dengan menggunakan air mengalir (langsung dari kran). Akan lebih baik jika sebelumnya diberi perasan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu masukkan dalam wadah non besi (boleh juga kantong plastik) yang bersih dan simpan di dalam freezer.

Makanan Dalam Kaleng

Penyimpanan makanan dalam kaleng seperti sarden, jamur kaleng, dan lain-lain harus hati-hati. Jauhkan dari tempat yang lembab. Sebaiknya tidak memasukkan makanan dalam kaleng ke pendingin (kulkas) karena kemungkinan besar kaleng akan mengalami korosi. Jika ingin menyimpan makanan tersebut di kulkas sebaiknya pindahkan terlebih dahulu ke dalam wadah porselin (ESR).

Pesan Kebaikan bulan ini:

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah (2) : 183)

Teriring ucapan Selamat menyambut Puasa Ramadhan 1430 H bagi Saudara-saudaraku umat muslim. Mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang dicintai Sang Pencipta, peduli penderitaan sesama, jujur dalam sikap dan tingkah laku ….. Terus berkarya!

Minggu, 16 Agustus 2009

BUAH MANGGIS


Pendahuluan

Bulan Ramadhan 1430 H semakin dekat, sudahkah Pembaca menyiapkan kesehatan fisik dan mental untuk menyambutnya? Kita perlu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan, menghindari segala bentuk makanan dan minuman yang tidak halal serta tidak sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh kita. Selain itu kita juga harus mampu mengelola pekerjaan sehingga target yang telah ditetapkan tercapai dan tetap mempunyai waktu istirahat yang cukup. Dari segi mental kita harus memantaskan diri untuk mendapatkan hidayah dan ampunanNYA dengan cara membersihkan hati, meluruskan niat dan meningkatkan kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar.

Pada bulan Ramadhan kita cenderung lebih memperhatikan kelengkapan unsur gizi dari makanan dan minuman yang disajikan di rumah baik itu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan lain sebagainya. Meskipun semestinya di bulan-bulan yang lain kita juga memperhatikannya. Untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh terutama dalam menghadapi puasa Ramadhan kita biasanya menyajikan nasi, sayuran, tempe, tahu, ikan, daging, telur, ayam, susu, kolak dan aneka buah-buahan. Pada kesempatan ini, marilah kita belajar mengenai buah manggis dengan segala manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Selain itu buah manggis merupakan simbol kejujuran, mengingat jumlah juringan daging buah akan selalu sama dengan jumlah helaian mirip mahkota bunga yang terdapat di bagian ujung kulit buah. Kita harus selalu menjunjung tinggi kejujuran, meski untuk itu kita menerima “banyak hambatan” dari lingkungan di sekitar kita. Percayalah, setelah mereka mendapatkan pencerahan, niscaya hambatan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Semoga apa yang kita pelajari memperluas cakrawala kita bahwa buah lokal memiliki kualitas yang tidak kalah baik dibandingkan buah impor dan kita menjadi semakin cinta dengan produk dalam negeri (buah lokal). Di samping itu, dengan mengkonsumsi buah lokal yang harganya murah kita mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.

Apakah Buah Manggis Itu?

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah jenis buah yang berasal dari Asia Tenggara dan memiliki rasa “exotic”, perpaduan yang pas antara manis dengan sedikit asam. Buah manggis mempunyai nama pendek yaitu “Queen of Fruits” dan di beberapa belahan dunia dikenal sebagai “Food of the Gods” dikarenakan beberapa manfaatnya bagi kesehatan dan untuk rasanya yang sangat menyenangkan. Sejak ratusan tahun yang lalu orang China memanfaatkan manggis untuk mendorong tercapainya kesehatan yang optimal. Kenapa buah manggis bermanfaat bagi kesehatan? Karena di dalam kulit buah terkandung zat bermanfaat bagi kesehatan. Di dalam kulit luar yang keras tersebut terkandung phytoceuticals yang disebut “xanthones”. Perlu diketahui bahwa setiap buah manggis terdiri atas: kulit buah (pericarp/rind): halus, tebal 6 sampai 10 mm dan berwarna ungu (purple); daging buah (pulp): berwarna putih dalam skala 4 sampai 8.

Apakah Xanthones itu?

Xanthones merupakan fenol-fenol tanaman yang aktif secara biologis dan secara struktural sama dengan flavonoids yang sudah ditemukan dan bermanfaat bagi kesehatan. Ketika menjadi xanthones, tidak ada buah lain yang memiliki konsentrasi xanthones yang lebih besar dibandingkan buah manggis. Satu kunci dari manfaat xanthones adalah sifat-sifat antioksidan mereka. Xanthones memiliki sebuah electron ekstra dan membantu mencari-cari dan menetralkan radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan atom-atom yang memiliki jumlah electron yang tidak seharusnya. Semua radikal bebas menimbulkan kerusakan di dalam sel-sel tubuh karena mereka keluyuran di dalam tubuh untuk mencari elektron lain.

Xanthones merupakan phytonutrients yang sangat bermanfaat dan ditemukan pada sedikit tanaman dan dibentuk oleh molekul-molekul karbon dalam struktur yang stabil. Xanthones terbukti efektif dalam menghambat radang sebaik potensinya sebagai antioksidan dalam melawan kerusakan akibat radikal bebas.

Terdapat sekitar 200 xanthones yang sudah ditemukan di alam, 43 diantaranya ditemukan pada buah manggis. Buah manggis sebagai salah satu sumber xanthones yang dapat dimakan merupakan satu diantara bahan yang memiliki kadar tertinggi.

Manfaat Buah Manggis

Jus buah manggis bermanfaat dalam memperbaiki sistem pernafasan yang sehat, memperkuat sistem kekebalan tubuh, mendukung tulang rawan dan fungsi sambungan (sendi), menjaga pencernaan yang sehat serta menetralkan radikal bebas. Di dalam jus buah manggis (kulit + daging buah) terdapat xanthones. Setiap xanthone memiliki wilayah target yang spesifik dari tubuh kita dan terdapat sekitar 43 xanthones yang ditemukan di dalam buah manggis, oleh karena itu terdapat 43 xanthones dengan tugas yang unik jika dihubungkan dengan tubuh kita. Sebagai contoh, xanthone Alpha-Mangostin berfungsi sebagai anti oksidan, Gamma Mangostin sebagai anti-inflammatory, and Garcinone E sebagai anti-tumor agent. Setiap xanthone memiliki kerangka molecular yang sama tetapi memiliki asesoris kimia (sidechains) yang berbeda sehingga memungkinkan setiap xanthone menunjukkan fungsi biologis yang spesifik.

Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa buah manggis memiliki lebih dari 100 efek positif bagi kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat yang diberikan oleh suplemen makanan dari buah manggis:

1. Anti-Bakterial
Beberapa studi menunjukkan bahwa xanthones dapat menghambat reproduksi beberapa jenis bakteri seperti salmonella typhi dan tuberculosis.

2. Anti-Jamur
Xanthones dari buah manggis telah diuji dalam eksperimen melawan jiga jenis jamur yang umum dan menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan mereka.

3. Anti-Inflammatory
Peneliti-peneliti dari India menggunakan kulit buah manggis untuk meneliti efek-efeknya pada jenis-jenis radang di dalam tubuh dan menunjukkan hasil yang positif. Di dalam penelitian yang lain menunjukkan tentang efek buah manggis terhadap radang mencatat bahwa xanthones tidak mengganggu mekanisme penggumpalan darah atau menghasilkan luka lambung. Kedua hal tersebut merupakan efek samping yang serius dari minuman-minuman anti-inflammatory.

4. Anti-Lipidemia-lowering of blood cholesterol

Ilmuwan-ilmuwan dari Australia dan Thailand memiliki postulat bahwa buah manggis menghambat kerusakan oksidatif (radikal bebas), dengan demikian dimungkinkan dapat membantu menurunkan oksidasi dari LDL (kolesterol jahat). Setelah melalui serangkaian eksperimen para ilmuwan menyimpulkan bahwa buah manggis merupakan inhibitor yang efektif bagi oksidasi LDL.

5. Antioxidant
Setelah mempelajari tentang sifat-sifat antioksidan dari buah manggis, sebuah uji laboratorium terbaru yang disebut Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC), yang dikembangkan oleh para peneliti USDA di Tuft University, para peneliti menemukan bahwa kulit buah manggis menunjukkan aktivitas mencari-cari potensi radikal bebas.

6. Anti-tumor/Kanker
Aktivitas anti kanker dari phytoceuticals buah manggis khususnya Garcinone E telah terdokumentasi dengan baik. Garcinone E, sebuah xanthone yang ditemukan hanya pada buah manggis, merupakan senyawa alamai dan diketahui tidak memiliki efek samping, seperti halnya 5 chemotherapeutic agents yang umum digunakan.

7. Anti-Viral
Karena xanthones memiliki kemampuan anti viral, ilmuwan-ilmuwan di University of Singapore meneliti efek xanthones buah manggis terhadap virus HIV. Di dalam eksperimen, dua xanthones menunjukkan kemampuan untuk bercampur dengan HIV protease sehingga menyebabkan virus tetap tidak dewasa dan tidak mampu melakukan infeksi.

Penutup

Setelah mengetahui begitu banyak manfaat yang terdapat di dalam buah manggis, masihkah Pembaca ragu-ragu untuk membeli dan menyajikan buah manggis di rumah anda? Perlu diingat bahwa buah manggis yang dijual di pasaran adalah produk Indonesia, maka jika anda membelinya secara tidak langsung akan menyejahterakan petani kita. Di bandingkan dengan buah-buahan impor maka manfaat buah manggis akan jauh lebih besar. Hal ini disebabkan waktu yang dibutuhkan untuk distribusi buah lokal akan lebih pendek dibandingkan dengan buah-buahan impor. Lamanya waktu distribusi akan semakin menurunkan nutrisi yang terkandung di dalam buah-buah impor (ESR).

Pesan Kebaikan bulan ini:

Kesehatan dan kejujuran adalah dua hal yang harus diupayakan, dijaga dan dipertahankan sebagai indentitas pribadi. Karena keduanya adalah modal untuk membangun Indonesia yang sejahtera, adil dan damai. (Persembahan untuk Indonesiaku yang harus terus berbenah sejak merdeka 17 Agustus 1945 ---64 tahun lalu)



Minggu, 12 Juli 2009

TELUR


Pendahuluan

Pada kesempatan ini perkenankan kami mengajak kita semua mengingat kembali tentang bahan pangan yang pasti Pembaca semua sudah akrab dengannya, apalagi kalau bukan telur. Telur digunakan dalam pembuatan roti, kue kering dan lauk sehari-hari. Olahan telur cocok disajikan di setiap kesempatan makan, baik makan pagi, makan siang maupun makan malam. Olahan telur identik dengan sesuatu yang istimewa, misalkan nasi goreng istimewa pasti ditambahi telur goreng. Kita menambahkan telur untuk membuat makanan yang disajikan menjadi lebih enak. Pengolahan telur dapat dilakukan dengan perebusan, penggorengan ataupun pembakaran, disesuaikan dengan selera. Teman saya ---seorang dosen di PTN--- lebih suka telur rebus yang dipenyet di sambal tomat, dimakan bareng sayur kecipir, bayam dan nasi. Sementara saya sendiri lebih sering memasak telur dengan cara mencampurnya dengan mie rebus bersama wortel, tomat, sawi hijau, bawang putih dan cabai. Cobalah Pembaca, keduanya enak sekali, apalagi kalau dimakan selagi masih hangat. Perlu diingat Pembaca, bahwa dalam setiap penyajian makanan tetap harus memperhatikan terpenuhinya kebutuhan gizi baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta tidak mengandung bahan tambahan makanan (pengawet, pewarna dan penyedap) yang berbahaya.

Telur juga sangat cocok sebagai stok bahan pangan di rumah tangga, karena relatif awet dibandingkan bahan pangan sumber protein hewani yang lain seperti daging, ayam, ikan segar dan lainnya. Jadi kalau ada keluarga yang keburu lapar sebelum masakan siap atau ada tamu mendadak kita dapat dengan cepat menyajikan masakan berbahan telur.

Pembaca, zat gizi apa saja yang terkandung di dalam telur? Bagaimana cara memilih, mengolah dan menyimpan telur yang baik? Marilah kita mengingat kembali pelajaran tentang telur. Dengan demikian kita akan mendapatkan manfaat yang besar dari telur sehingga kebutuhan gizi terpenuhi dan keluarga kita sehat.

Struktur, Sifat dan Kandungan Gizi

Telur telah menjadi makanan manusia sejak jaman dahulu karena merupakan salah satu jenis makanan sumber protein alami yang hampir sempurna dan mengandung nutrisi berkualitas tinggi lainnya. Telur merupakan jenis makanan yang siap dicerna dan dapat menyediakan porsi yang cukup besar dari kebutuhan nutrisi harian untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Telur digunakan dalam banyak cara baik dalam industri makanan maupun di rumah. Telur ayam merupakan jenis telur yang paling penting dibandingkan dengan telur bebek, angsa, puyuh dan lain sebagainya.

Rata-rata berat telur ayam adalah 58 g dengan 3 proporsi terbesar adalah kuning telur, putih telur dan cangkang. Telur dikelilingi oleh cangkang berpori setebal 0,2 – 0,4 mm. Di dalam cangkang dibatasi dengan 2 membran yang berdekatan. Kedua membran terpisah di akhir bagian telur yang besar membentuk rongga udara. Rongga udara berdiameter 5 mm di dalam telur yang masih baru dan membesar selama penyimpanan. Hal ini dapat digunakan untuk mengetahui umur telur, jadi kalau membeli telur pilihlah yang rongga udaranya kecil. Putih telur (albumen) merupakan cairan seperti gel yang terdiri atas 4 fraksi yang berbeda viskositasnya. Bagian dalam telur ---kuning telur--- dikelilingi dengan putih telur (albumen). Putih telur merupakan 10 % bagian cair yang mengandung berbagai jenis protein sedangkan komponen lain terdapat dalam jumlah yang kecil. pH putih telur yang masih baru berkisar pada 7,6 – 7,9 dan meningkat sampai dengan 9,7 selama penyimpanan akibat difusi CO2 terlarut melalui cangkang, tergantung pada lamanya waktu dan suhu penyimpanan. Sebagai contoh, pH 9,4 tercatat setelah telur disimpan selama 21 hari pada suhu 3 – 35oC. Kuning telur merupakan sebuah emulsi lemak di dalam air dengan sekitar 50% kadar bahan kering dan terdiri atas protein (1/3) dan lipida (2/3). Transfer air dari putih telur menurunkan kadar padatan dalam kuning telur sebanyak 2 – 4 % selama penyimpanan 1 – 2 minggu.

Jenis dan komposisi protein yang terkandung dalam putih telur adalah: ovalbumin 58%; conalbumin 13%; ovomucoid 11%; Lysozyme 3,5%; ovoglobulin G2 4%; ovoglobulin G3 4%; ovomucin 1,5%; flavoprotein 0,8%; ovoglycoprotein 0,5%; ovoinhibitor 0,1% dan avidin 0,05% (Keterangan: persentase dari total protein yang terkandung di dalam putih telur). Sedangkan komposisi karbohidrat dari glycoprotein putih telur ayam sebagai berikut: ovalbumin 3,2%; ovomucoid 23%; α-ovomucin 13%; ovoglycoprotein 31%; ovoinhibitor (A) 9,2% dan avidin 10%.

Unsur-unsur lain yang terkandung di dalam putih telur adalah lipida 0,03%; karbohidrat sekitar 1% dengan bagian yang terikat protein 0,5% dan bagian yang bebas 0,4 – 0,5%. Jenis karbohidrat bebas yang terkandung dalam putih telur meliputi glukosa 98%; dan manosa, galaktosa, arabinosa, xylosa, ribosa dan deoxyribosa, totalnya sebesar 0,2 – 2,0 mg/100 g putih telur. Kandungan mineral dari putih telur sebesar 0,6% beserta komposisinya dapat dilihat pada Tabel 1. Sedangkan kandungan vitamin, jenis dan persentase lipida serta komposisi fraksi granula dan plasma berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2, 3 dan 4.


Tabel 1. Kandungan Mineral Telur


Putih telur (%)

Kuning telur (%)

Sulfur

0,195

0,016

Phosphor

0,018

0,543 – 0,980

Sodium

0,161 – 0,169

0,070 – 0,093

Potassium

0,145 – 0,167

0,112 – 0,360

Magnesium

0,009

0,032 – 0,128

Kalsium

0,008 – 0,02

0,121 – 0,262

Besi

0,0009

0,0053 – 0,011


Tabel 2. Kandungan Vitamin Telur

(mg/100 g bagian yang bisa dimakan)

Vitamin

Keseluruhan telur

Putih telur

Kuning telur

A

0,22

0

1,12

Thiamine

0,11

Trace

0,29

Riboflavin

0,30

0,27

0,44

Niacin

0,1

0,1

0,1

B6

0,12

Trace

0,3

Pantothenic acid

1,59

0,14

3,72

Biotin

0,025

0,007


Asam folat

0,051

0,016

0,15

Tocopherols

1,0

0

3,0

Α-tocopherol

0,46




Tabel 3. Jenis dan Persentase Lipida Kuning Telur

Fraksi Lipida

a

b

Triacylglycerols

66


Phospholipids

28


Phosphatidyl choline


73

Phosphatidyl ethanolamine


15,5

Lysophosphatidyl choline


5,8

Sphingomyelin


2,5

Lysophosphatidyl ethanolamine


2,1

Plasmalogen


0,9

Phosphatidyl inositol


0,6

Cholesterol, cholesterols esters dan komponen lain

6


Keterangan :

a sebagai persen dari total lipida

b sebagai persen dari fraksi phospolipid


Table 4. Komposisi Fraksi Plasma dan Granula Kuning Telur

Fraksi

Lipida

Protein

Mineral

Kuning telur

63,5

32,4

2,1

Granula

6,9

16,1

1,4

Lipovitellins

(HDL = High Density

Lipoprotein)

3,5

12,3


Phosvitin


4,6


LDL = Low Density Lipoprotein

2,5

0,3


Plasma

59,3

13,9

1,5

Livetins


10,6


LDL = Low Density Lipoprotein

59,4

6,6



Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa telur mengandung berbagai zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama yang sedang dalam proses pertumbuhan, oleh karena itu telur sangat baik diberikan kepada anak-anak. Sedangkan untuk orang dewasa yang kadar kolestrolnya sudah tinggi konsumsi telur harus diatur supaya tidak berlebihan.

Penyimpanan Telur

Sebelum telur disimpan harus dibersihkan dari segala macam kotoran yang menempel dengan cara dicuci dengan larutan antiseptik yang aman bagi tubuh, setelah itu segera dikeringkan dengan tisu ataupun kain yang lembut. Hal ini untuk membersihkan kuman penyebab penyakit, terlebih dengan merebaknya kasus flu burung. Pengeringan bertujuan untuk menghindarkan telur dari pembusukan akibat air yang kemungkinan besar akan meresap melalui cangkang yang berpori.

Banyak perubahan yang terjadi di dalam telur selama penyimpanan. Difusi CO2 melalui pori-pori cangkang, yang dimulai sejak telur diletakkan, menyebabkan peningkatan pH yang besar khususnya di dalam putih telur. Evaporasi air secara gradual melalui cangkang menyebabkan penurunan densitas dan rongga udara membesar. Viskositas putih telur menurun. Kuning telur kompak dan tegak lurus pada telur segar tetapi menjadi rata selama penyimpanan. Penurunan kualitas telur akan lebih rendah pada suhu penyimapan yang lebih rendah, seperti kehilangan CO2 dan air. Karena itu, penyimpanan dingin merupakan bagian yang penting dari pengawetan telur. Umumnya, kombinasi antara suhu 0 sampai -1,5oC dan RH 85 – 90 % digunakan dalam menyimpan telur. Kondisi seperti tersebut dapat diciptakan oleh kulkas (pendingin) di rumah tangga. Pelapisan permukaan telur dengan minyak mineral berbasis parafin secara efisien mencegah CO2 dan penguapan air, tetapi keuntungan nyata didapat hanya jika perlakuan diberikan sehari setelah telur dihasilakan, karena pada saat tersebut kehilangan CO2 paling tinggi. Penyimpanan telur dalam udara terkontrol (Controlled Atmosphere Storage) dimana udara dijaga agar kadar CO2 menjadi 45% akan memeperpanjang umur telur menjadi 6 – 9 bulan.

Pengolahan Telur

Agar kandungan gizi yang terdapat di dalam telur dapat secara maksimal bermanfaat bagi tubuh maka kita harus memperhatikan cara pengolahannya. Perlu diketahui bahwa zat gizi yang terkandung di dalam telur dapat rusak akibat proses memasak yang tidak benar. Banyak sekali orang di sekitar kita yang lebih menyukai makanan (termasuk telur goreng) yang gosong dibandingkan dengan yang tidak gosong. Padahal telur yang gosong telah mengalami kerusakan (denaturasi) protein. Kandungan gizi makanan berbanding terbalik dengan lamanya proses pengolahan dan suhu yang digunakan. Artinya semakin lama proses pengolahan maka kandungan gizi makanan tersebut akan semakin menurun. Begitu juga dengan suhu pengolahan, semakin tinggi suhu pengolahan maka kandungan gizi makanan tersebut akan semakin menurun (ESR).

Pesan Kebaikan bulan ini:

Bangsa yang kuat didukung oleh generasi yang sehat dari keluarga yang peduli pola hidup dan makanan yang sehat.


Selasa, 23 Juni 2009

ANTARA LUMPIA DAN BUKU

Pendahuluan

Marilah kita perhatikan keadaan sekitar ---di pasar, di perempatan lampu merah, di terminal, di dalam bis kota ataupun bis antar kota--- ada banyak sekali anak-anak usia sekolah yang sedang “bekerja” baik di jam sekolah ataupun di luar jam sekolah. Di antara anak-anak tersebut ada yang mengamen, berjualan makanan dan minuman dan bahkan ada yang mengemis. Sekadar berbagi cerita mengenai pengalaman pribadi, saya sering merasa berlaku tidak adil kepada mereka. Seperti umumnya, kita cenderung memberi uang kepada pengamen dan pengemis yang menghampiri kita, namun kita cenderung tidak membeli “barang dagangan” yang dijajakan oleh pedagang asongan karena merasa tidak membutuhkan barang tersebut. Untuk meminimalisasi perasaan bersalah tersebut saya berusaha membeli dagangan yang dijajakan pedagang asongan untuk selanjutnya diberikan kepada pengamen yang datang kemudian. Untuk keperluan tersebut, biasanya saya membeli buku, permen atau kacang yang dijual di dalam bis. Buku yang sering saya beli adalah Tuntunan Sholat, Kumpulan Doa dan Buku Cerita. Kepada pengamen dewasa biasanya saya berikan permen yang saya beli dari pedagang asongan dan pernah aqua gela bekal saya naik bis. Hal ini saya lakukan karena saya pernah melihat sekelompok pengamen sedang “minum minuman keras” di depan pasar di siang hari pada bulan Ramadhan. Sedangkan kepada pengamen anak-anak, sejak dulu sebelum memberikan sesuatu kepada mereka saya selalu bertanya, apakah dia masih sekolah atau tidak. Kepada mereka yang masih sekolah saya biasanya mengingatkan agar rajin sekolah dan memberi uang lebih dengan harapan dia tidak menjadi pengamen lagi karena saya mengkhawatirkan perkembangan mereka jika terus hidup di jalanan. Namun rupanya harapan saya sulit terwujud, karena apa yang saya lakukan belum memadai untuk membantu mereka keluar dari masalah keuangan. Dan saya sering terkaget-kaget mendapati pengamen yang tadinya “anak manis” menjadi “anak yang perlu perhatian khusus”. Oleh karena itu, saya mengganti model tersebut karena berkesimpulan bahwa cara saya perlu diperbaiki. Saat ini, apabila ketemu pengamen anak-anak saya menambah pertanyaan saya “apakah kamu suka membaca? mau apa tidak kalau diberi buku?”. Biasanya mereka menganggukkan kepala dan mau menerima buku yang saya berikan. Namun suatu saat, saya sangat kaget karena dijawab tidak mau diberi buku dan dia hanya mengambil sepotong lumpia yang saya ulurkan kepadanya bersamaan saya menawarkan buku tersebut.

Kejadian di atas sangat membekas di ingatan saya dan saya selalu bertanya di dalam hati, Pertanda apakah ini? Apakah kebutuhan anak tersebut masih sebatas makan? Apakah budaya membaca belum menyentuh anak tersebut? Pembaca, marilah kita tumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekitar kita, membaca Al-Quran, buku pelajaran, artikel yang mendidik di majalah, koran dan internet. Yang tidak kalah pentingnya adalah membaca tanda-tanda Kebesaran Allah dari setiap hal yang terhampar di depan mata kita.

Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan dasar manusia dapat dibedakan menjadi 2 kategori yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Hal-hal yang dapat digolongkan kebutuhan jasmani adalah makanan dan minuman, pakaian, tempat tinggal dan kesehatan. Sedangkan kebutuhan rohani meliputi pendidikan, kasih sayang dan keamanan. Lalu kebutuhan mana yang harus didahulukan? Apakah kebutuhan jasmani dulu atau rohani dulu? Alangkah baiknya kalau keduanya diselaraskan, antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani diupayakan bersamaan agar kita tumbuh menjadi pribadi yang seimbang. Dalam kisah di atas, lumpia merepresentasikan kebutuhan jasmani dan buku merepresentasikan kebutuhan rohani kita. Dan pengamen anak tersebut belum mengerti bahwa dia selain harus memenuhi kebutuhan makan bagi perutnya juga harus memikirkan makanan yang cocok bagi otaknya.

Pemenuhan kebutuhan dasar manusia harus diupayakan sekuat tenaga seakan-akan kita akan hidup selamanya. Kita harus rajin menjemput rejeki yang dihamparkan oleh Allah di bumi dan menjauhkan diri dari sikap lemah dan malas. Allah memberikan tuntunan di dalam QS. Ar-Ra’d (13) ayat 11 yang berbunyi :

...Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...

Karena itu kita harus menanamkan semangat kepada diri sendiri, keluarga dan orang-orang sekitar kita untuk selalu kerja keras dan cerdas. Pekerjaan apapun yang kita jalani sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama adalah baik, upayakan selalu melakukan perbaikan-perbaikan cara kerja agar lebih efisien dan mencapai hasil yang memuaskan. Setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati dan cinta, InsyaAllah akan memberikan imbal balik yang lebih kepada kita, baik dalam bentuk materiil ataupun non materiil (kepuasan, perasaan berguna, dan lain sebagainya). Terpenuhinya kebutuhan akan makanan, pakaian dan tempat tinggal secara langsung berdampak terhadap kesehatan. Terpenuhinya ketiga hal tersebut secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama akan meningkatkan derajat kesehatan kita.

Pemenuhan kebutuhan rohani seperti pendidikan, kasih sayang dan keamanan harus diupayakan berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan jasmani. Pendidikan, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum akan menyempurnakan upaya kita dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan memberikan makanan bagi jiwa kita. Pendidikan agama akan memberikan rambu-rambu bagi kita untuk melangkahkan kaki dan setiap upaya bagi kita untuk menjemput rejeki dari Allah. Pendidikan agama juga mengantarkan kita untuk mengenal Tuhan, perlu kita sadari bahwa kebutuhan akan Tuhan termasuk kebutuhan dasar. Sudah menjadi kodrat manusia selalu butuh Tuhan sebagi tempat menggantungkan segala harapan dan mengeluhkan segala persoalan hidup, karenanya kita selalu memanjatkan doa-doa kepada-NYA. Pendidikan agama juga mengajarkan kita bagaimana bersikap sebagai hamba kepada Tuhan, sebagai anak kepada orang tua serta bagaimana memperlakukan sudara, teman, tetangga dan alam sekitar kita. Sedangkan pendidikan umum memberikan pengetahuan dan keterampilan bagaimana menjalani hidup ini dari tahap satu ke tahap berikutnya tentang bagaimana melakukan suatu pekerjaan, menyiapkan makanan, menjahit baju, membangun rumah, mencegah dan mengobati penyakit dan lain sebagainya.

Perlu kita sadari, bahwa untuk dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani diperlukan ilmu. Jika kita ingin mendapatkan (kemakmuran) dunia maka harus dengan ilmu begitupun jika kita ingin mendapatkan (keselamatan) akhirat harus dengan ilmu. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Mujãdalah (58) ayat 11 :

...Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat...

Ilmu pengetahuan dan keterampilan dapat kita peroleh melalui pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal terikat dengan persyaratan menyangkut kurikulum dan standart dari setiap jenjang, selain itu peserta didik harus memenuhi kriteria tertentu sehingga tidak setiap orang mendapatkan pendidikan formal sesuai dengan yang diinginkan. Namun tidak perlu khawatir karena kita tetap memiliki kesempatan yang besar untuk mengaktualisasi diri agar pengetahuan dan keterampilan kita dapat memenuhi tuntutan jaman.

Kita harus banyak membaca untuk menambah pengetahuan kita di semua bidang kehidupan. Apa yang harus dibaca? Mengingat apa yang kita baca akan berpengaruh terhadap kualitas pribadi kita dikarenakan intisari dari setiap bacaan merupakan nutrisi bagi jiwa, maka harus dipilih bacaan yang baik bagi diri dan keluarga kita. Kita tidak hanya belajar membaca dari apa yang sudah tertulis di Al-Qur’an, buku dan majalah, namun kita juga harus membaca tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta yang bertebaran di muka bumi ini. Kita dapat belajar dari setiap kejadian yang kita dan orang-orang sekitar alami, serta dari fenomena alam yang berlangsung terus-menerus tanpa henti. Coba kita renungkan, siapakah yang mengatur alam semesta ini sehingga planet-planet tidak saling bertabrakan? siapa yang mewarnai bunga sehingga keindahannya mampu menepis lara? Siapa pula yang memberi anugerah kepada burung-burung sehingga suaranya merdu bak bulu perindu? Tiada lain yang mampu melakukannya kecuali Allah Yang Maha Kuasa dan tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tertidur. Ayat-ayat Al-Qur’an yang turun pertama kali menekankan hal ini, sebagaimana tersebut dalam QS. Al-’Alaq (96) ayat 1 – 5 :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Belajar dapat dilakukan melalui interaksi dengan orang-orang di sekitar kita. Carilah lingkungan yang baik, tidak peduli miskin ataupun kaya, memiliki kedudukan yang tinggi ataupun tidak yang penting mereka memegang teguh kejujuran dan aqidah. Hal ini perlu diperhatikan karena dalam interaksi sosial, disadari atau tidak kita akan saling memberikan pengaruh. Jauhilah lingkungan pergaulan yang mendewakan harta dan gemerlap dunia tanpa memperdulikan bekal akhirat (ESR).

Pesan Kebaikan bulan ini:

Tanamkan niat, luangkan waktu dan sisihkan rejeki ! Tengok kanan dan kiri, buatlah dirimu berarti…


Minggu, 07 Juni 2009

BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA

Pendahuluan

Pernahkah Pembaca merenungkan tentang apa yang telah dilakukan oleh orang tua kita sejak kita di dalam kandungan sampai dengan sekarang? Ibu telah melahirkan, merawat dan mendidik kita semampu mereka. Ayah telah bekerja keras untuk mencarikan makanan, pakaian dan tempat tinggal yang nyaman serta membayari biaya sekolah kita. Meski kita sadari bahwa orang tua ---ayah dan ibu--- tidaklah “sempurna” namun cobalah untuk berbesar hati menerima keterbatasan dan memaafkan kesalahan mereka, apabila mungkin akibat keterbatasan pengetahuan dan kemampuan mereka telah menyebabkan Pembaca “pernah” tidak mendapatkan apa yang Pembaca cita-citakan, atau mungkin akibat keputusan mereka “yang kurang tepat” berdampak terus terhadap kehidupan kita sekarang. Akan lebih bijaksana jika Pembaca lebih mengingat kebaikan yang telah dengan optimal mereka upayakan daripada mengungkit apa yang tidak kita dapatkan. Betapa susah payahnya seorang ibu mengandung karena pada saat tersebut sering mual, tubuhnya menjadi lemah, lekas lelah, sulit tidur dan pada saat melahirkan seorang ibu mempertaruhkan kesehatan mereka. Yang dilakukan seorang ayah tidak kalah beratnya karena mereka tetap harus mencari nafkah untuk keluarga meski cuaca sedang hujan badai ataupun terik matahari menyengat kulit. Mari kita ingat, berapa kali sepanjang usia kita, merepotkan orang tua dan membuat kesalahan kepada mereka? Mereka tetap saja memaafkan tanpa syarat.  

  Pembaca, mari kita tinjau kembali apa yang telah kita perbuat untuk orang tua sebagai wujud bakti kepada mereka. Seberapa sering kita menjenguk untuk memastikan bahwa mereka cukup makan dan sehat? Kita seringkali disibukkan urusan pekerjaan dan diri sendiri sehingga tidak ingat bahwa setidaknya kita meluangkan waktu untuk sekadar menelepon menanyakan keadaan mereka. Allah SWT sebagaimana tertuang di dalam Al-Qur’an berulangkali memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Untuk mengingat kembali tuntunan tersebut kita akan mempelajari apa-apa yang “seharusnya” dan “tidak seharusnya” kita lakukan kepada kedua orang tua serta dampak yang ditimbulkan apabila kita tidak mengindahkan tuntunan tersebut.  

Referensi Al Qur’an

  1. QS. Al-Baqarah (2) ayat 83: Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil,”Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.  
  2. QS. Al-Baqarah (2) ayat 215: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah,”Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
  3. QS. An-Nisa (4) ayat 36: Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.  
  4. QS. Al-Isra (17) ayat 23 -25: Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ”ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ”Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.  
  5. QS. Al-’Ankabūt (29) ayat 8: Dan kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.  
  6. QS. Lukman (31) ayat 14 - 15: Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.  
  7. QS. Al-Ahqāf (46) ayat 15 – 18: Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tua. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, ”ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau Ridlo’i; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan, dan (orang-orang) yang Kami maafkan kesalahan-kesalahanya, (mereka akan menjadi) penghuni-penghuni surga. Itu janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, ”Ah”. Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), ”Celakalah kamu, berimanlah! Sungguh, janji Allah itu benar.” Lalu dia (anak itu) berkata,” Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu. Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari (golongan) jin dan manusia. Mereka adalah orang-orang yang rugi.  

Ujian dari Orang Tua?

Berbuat baik kepada orang tua membutuhkan ”pengertian” yang besar. Orang tua seringkali meminta kita melakukan sesuatu hal di saat kita sedang dikejar deadline pekerjaan atau saat sedang dituntut konsentrasi 100% karena menghadapi masalah yang pelik di kantor ataupun di rumah tangga. Sebelum kita menolak permintaan orang tua, alangkah bijaksana jika kita merenungkan apa yang dulu dilakukan orang tua kita di saat mereka sedang makan lalu kita mengganggunya dengan minta dilayani ini dan itu, mereka segera menghentikan makannya dan dengan sabar melayani kita. Kita seringkali banyak alasan untuk tidak mengabulkan apa yang diinginkan orang tua. Ketika kita masih sekolah atau kuliah kita sering memakai alasan ”harus mengerjakan PR” untuk menolak permintaan ibu untuk membeli keperluan dapur di warung. Ketika sudah kerja dan tinggal di luar kota kita seringkali memakai alasan ”tidak libur dan takut lelah kalau harus pulang balik” ketika orang tua meminta kita mudik karena mereka kangen. Kita mungkin merasa risih karena orang tua sering menelepon kita untuk sekedar menanyakan urusan ini dan itu yang menurut kita ”remeh” dan tidak harus merepotkan kita. Di saat orang tua menyuruh kita segera menikah, kita sering menjawab sekenanya saja atau bahkan menggerutu ”memang mudah mencari pasangan”. Astaghfirullah! Ampunkan kami ya Allah, karena hati kami yang lemah dan kerdil ini seringkali dipenuhi nafsu untuk ”tetap menjadi anak yang nakal, suka merajuk dan selalu ingin diperhatikan orang tua”, sehingga kami sering membuat ulah yang merepotkan orang tua.

Doa dan Harapan Orang Tua bagi Anaknya  

Secara umum orang tua tidak pernah mengharapkan anak mereka membalas kebaikannya dengan materi yang berlimpah. Mereka cukup puas melihat anak mereka hidup berdasar ajaran agama yang telah diteladankan sejak kecil, sehat dan memiliki pekerjaan yang baik. Mereka tidak melihat anaknya melanggar ajaran agama dan direpoti dengan segala permasalahan ekonomi anaknya saja, rata-rata sudah sangat bersyukur, karena hal itu menandakan keberhasilan mereka mengantar anak-anaknya mandiri.


Apa yang Sebaiknya Dilakukan Terhadap orang Tua

Mengingat jerih payah orang tua dalam mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, mendidik dan membiayai kita, maka tidak akan pernah ada kata “cukup” untuk membalas kebaikan mereka. Setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan:

  1. Memastikan bahwa orang tua cukup makan. Sudah menjadi kewajiban anak untuk memastikan bahwa orang tua kita terpenuhi kebutuhan makan dalam jumlah yang cukup dengan nutrisi lengkap agar kesehatan mereka terjaga. Wahai para menantu, jangan pernah lupa bahwa anda mendapati pasangan hidup anda dalam keadaan telah dewasa, terdidik dan memiliki pekerjaan yang layak, ---itu semua adalah hasil jerih payah mertua anda---, karenanya jangan pernah lupa bahwa di dalam penghasilan pasangan hidup anda terkandung kewajiban untuk menafkahi orang tuanya.  
  2. Memastikan bahwa orang tua tinggal di tempat yang layak dan aman. Keadaan sekarang seringkali “memaksa” kita untuk tinggal terpisah dengan orang tua. Hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi kita untuk bisa selalu mengetahui keadaan kesehatan dan keamanan orang tua kita. Meski komunikasi dapat dilakukan melalui telepon tetapi ada hal-hal yang tidak dapat kita lakukan dengan segera ketika mereka membutuhkan bantuan kita, misalnya ketika mereka mendadak sakit. Oleh karena itu, jika karena keadaan sehingga kita “tidak mampu” melakukannya sendiri setiap harinya, alangkah baiknya kita membayar orang untuk menemani, membantu pekerjaan rumah dan merawat orang tua kita. Namun hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk kita tidak rajin menelepon dan mengunjungi orang tua.  
  3. Memastikan bahwa orang tua kita mengisi hari tuanya dengan kegiatan yang bermanfaat. Mungkin ketika muda orang tua kita sibuk bekerja mencari nafkah sehingga tidak sempat memperdalam pengetahuan dan pengamalan agamanya, maka alangkah baiknya jika kita mendorong orang tua untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukannya. Jika orang tua memiliki keterbatasan ilmu, sudah selayaknya kita memanggilkan guru bagi mereka. Kegiatan tersebut dapat diselingi dengan mengerjakan hobi yang mereka sukai, misalnya berkebun sayur mayur, bunga, buah atau memelihara ikan. Jika orang tua memiliki hobi membaca, alangkah senangnya mereka jika kita bisa membayarkan langganan majalah ataupun koran yang mereka sukai. Jangan biarkan orang tua kita menghabiskan sisa umurnya dengan menonton sinetron yang kurang bermutu setiap hari.  
  4. Bagi Pembaca yang memiliki rejeki yang cukup, alangkah senangnya jika orang tua kita diajak untuk menunaikan ibadah umroh atau haji bersama. Ibadah umroh atapun haji mensyaratkan kemampuan fisik dan materi, oleh karenya jika kita berangkat ke tanah suci bersama, maka kita dapat menjalankan Rukun Islam kelima sekaligus mendampingi orang tua menunaikannya juga (ESR).  
       

Pesan Kebaikan bulan ini:

Cintai, hormati dan penuhi hak-hak orang tua kita sebelum kesempatan itu tertutup untuk selamanya