Sabtu, 23 April 2011

INTEGRITAS INTELEKTUAL


Setiap mukmin harus yakin bahwa segala sesuatu di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah, milik Allah, dan di bawah pengawasan serta KuasaNya, termasuk intelektual. Namun dunia keilmuan sekarang seakan semakin jauh dari agama. Kenyataan dewasa ini sungguh mengenaskan karena banyak sekali ilmuwan muda yang tidak lagi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Hal ini dapat dilihat dari berbagai segi:
1. Kebanyakan mereka tidak mengkaji langsung ajaran Islam dari sumber aslinya, karena mereka mempelajari agama melalui acuan Barat, sedangkan ciri mereka dijelaskan Allah, dalam QS. Al Baqarah : 120 .
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela (sepanjang masa) kepada engkau (Nabi Muhammad SAW) hingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan jika engkau (Nabi Muhammad SAW) benar-benar mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan tidak lagi penolong bagimu.
2. Manusia kurang mengkaitkan antara analisa dan kajian suatu ilmu yang merupakan ibadah. Bertafakur (merenung) sesaat lebih baik dari ibadah setahun kata Rasulullah SAW.
3. Kebanyakan manusia disesatkan oleh hasil pemikirannya sendiri, karena cara berfikir lepas dari tuntunan agama. Padahal agama yang benar harus membuahkan ilmu yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan.
4. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menolong manusia berfikir dan berdzikir mempergunakan akal untuk merenungkan ciptaan Allah baik pada dirinya maupun pada alam semesta.
5. Orang berilmu itu harus membangun akal pikir dan dzikir demi cinta kepada Allah. Terhadap intelektual yang demikian harus ingat dan sadar, bahwa akal itu mempunyai beberapa kelemahan diantaranya:
a. Akal itu selalu berbeda dalam kemampuan dan memberi keputusan berbeda dalam menilai baik dan buruk ;
b. Akal itu selalu menjadi sasaran hawa nafsu, yang menyebabkan akal tidak berfungsi secara normal kecuali dibimbing oleh tuntunan agama yang benar;
c. Akal itu terbatas jangkauannya tidak mungkin dapat meramal masa depan sesuai dengan kehendak Allah;
d. Akal itu selalu mencampuradukkan antara yang hak dan yang bathil sehingga kemauan mausia selalu bertentangan dengan kehendak Allah.
Banyak manusia mencari penyelesaian dengan pendapat akal, tidak akan terselesaikan kalau selesai hanya bersifat sementara. Banyak hal yang tidak terpecahkan oleh otak manusia, tetapi dapat diberikan jalan keluar lewat Al-Qur’an secara tepat dan benar dijelaskan dalam QS. Al-An’am: 38
“…………….. Tiada Kami alfakan (lupakan) sesuatupun di dalam Al-Kitab (Al-Qur’an atau Lauh al-Mahfuzh), kemudian kepada Tuhan Pemeliharalah mereka mereka dihimpunkan”.
Artinya: “Tidak dilewatkan semua solusi masalah kehidupan itu sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an”. Prinsip-prinsip menata kehidupan ini secara keseluruhan telah dibentangkan dalam Al-Qur’an, masalah hukum, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Sekarang mau percaya dan menerima atau tidak, kalau tidak konsekuensinya sesat setiap yang sesat di dunia dan di akherat. Dan apa saja yang dipertanyakan Al-Qur’an, siap memberikan jalan keluar secara tepat dan benar.
Kalau kita buka lembaran Al Qur’an akan menemukan ciri-ciri intelektual
1. Orang yang berilmu itu harus beriman semuanya, firman Allah dalam QS. Ali-Imran: 7
“Dia-lah (Allah) yang menurunkan al-Kitab (yakni Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad SAW). Diantara ayat-ayat-(Nya) ada yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan kepada kesesatan, maka mereka mengikuti dengan sungguh-sungguh ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (yakni kekacauan dan kerancuan berpikir serta keraguan di kalangan orang-orang beriman) dan untuk mencari-cari (dengan sungguh-sungguh) takwil-nya (yang sesuai dengan kesesatan mereka, padahal tidak ada yang mengetahui takwil-nya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman dengannya semua dari sisi Tuhan pemelihara kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan Ulil Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah)”.
2. Menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan berfikir (menarik pelajaran)
“Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad SAW) dari Tuhan Pemelihara kamu adalah haq (mantap lagi tidak mengalami perubahan dan atau diragukan), sama dengan orang yang buta? Sesungguhnya orang yang dapat menarik pelajaran hanyalah Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah) sebagaimana tertuang dalam QS. Ar-Ra’d: 19.
Tidak merusak janji, takut kepada hari hisab, firman Allah:
“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (secara harmonis dengan semua makhluk dan lingkungan), dan mereka (selalu) takut kepada hisab (perhitungan) yang buruk (QS. Ar-Ra’d : 21)”.
3. Selalu ingat Allah, dimanapun kita berada dan jangan sengaja melupakan-Nya, dijelaskan dalam QS. Al-Ahzab : 35.
“Sesungguhnya laki-laki muslim dan perempuan muslim, laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, laki-laki yang taat dan perempuan yang taat, laki-laki yang benar dan perempuan yang benar, laki-laki yang penyabar dan perempuan yang benar, laki-laki yang khusyu’ dan perempuan yang khusyu’, laki-laki yang bersedekah dan perempuan yang bersedekah, laki-laki yang berpuasa dan perempuan yang berpuasa, laki-laki yang memelihara kemaluannya dan perempuan yang (juga) menjaga kehormatannya, laki-laki yang berdzikir (mengingat dan menyebut nama) Allah dan perempuan yang banyak berdzikir (mengingat dan menyebut nama Allah), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.
4. Rasulullah SAW, mengingatkan kepada orang yang berilmu yang paling berat siksaannya di hari kiamat yang ilmunya tidak memberikan manfaat untuk mendekatkan dirinya kepada Allah.
“Sungguh orang yang paling berat siksaan di hari kiamat kelak adalah orang yang berilmu yang ilmunya tidak memberi manfaat oleh Allah bagi dirinya (HR. Ibnu Hiban dan Baihaqi dan Abu Darda).
Mengapa siksaannya berat karena orang berilmu itu dipercaya Allah. Sabda Rasulullah SAW:
“Orang yang berilmu itu adalah kepercayaan Allah di bumi” (HR. Abdil Birri dari Mu’adz).
Kalau intelektual berfikir, berbicara, berbuat dan disertai rasa takut kepada Allah, tentu imannya sempurna. Untuk itu kita menegakkan kebenaran merupakan bukti keimanan yang disertai langkah nyata. Yakinlah semua ayat Al-Qur’an itu untuk melindungi agama, akhlak, jiwa, harta dan martabat manusia. Sudah saatnya, ummat Islam, mempersenjatai diri dengan aqidah yang menyatukan kata dan perbuatan walaupun badai menerjangnya tetap tegar tanpa menyerah sebelum berhasil. Kebanyakan ummat Islam, kurang tekun menggapai sesuatu yang menyebabkan dia tidak berhasil.
Rasululloh SAW telah mengingatkan dalam sabdanya: “Semestinya apa yang dikehendaki Al-Qur’an dan Sunnah adalah untuk kemaslahatan manusia. Karena berfikir yang Qur’ani berarti: menuju kepada kesejahteraan hidup, faktor tersebut menjadi tujuan Allah, memberi kebebasan yang tidak menyimpang dari jalan-Nya. Kata kunci berfikir yang benar itu adalah untuk mendukung kebenaran Al-Qur’an (antara kebenaran wahyu dan kebenaran akal tidak berbenturan). Karena itu manusia harus menundukkan kebenaran akal di bawah kehendak Allah, kalau tidak, akal akan dikuasai oleh nafsu, pasti terjadi penyimpangan, akan mengalami kesengsaraaan dan kehancuran. Sungguh akal manusia itu memiliki keunggulan jika dimanfaatkan dengan baik. Tetapi akal itu sebagai alat untuk mencapai sesuatu, kelemahannya kerap kali berubah-ubah.
Yakinlah dimana ada kebenaran di situ ada Allah, apapun yang dikerjakan baik yang nyata maupun yang tersembunyi Allah Maha Tahu, firman-Nya:
“Dan sungguh jika kami memperlihatkan kepadamu (Nabi Muhammad SAW) sebagian dari (siksa) yang Kami janjikan kepada mereka (tentu engkau akan melihatnya), atau (jika) Kami wafatkan engkau (sebelum datangnya siksa itu), maka kepada Kami (jualah) mereka kembali, kemudian Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan” (QS. Yunus : 46).
Bagaimanapun manusia menyembunyikan dan memutarbalikkan fakta, lambat atau cepat pasti kebenaran itu akan terungkap. Setiap orang punya jalan hidup yang berbeda-beda dan punya kesempatan berbeda, kesemuanya itu akan menuju kepada keyakinan yang benar. Kebanyakan orang sekarang senang jalan pintas untuk mendapatkan kedudukan, karena pikirannya sudah dikuasai oleh hawa nafsu, bukan dikendalikan oleh akal sehat. Dunia ini merupakan panggung kehidupan yang banyak menyesatkan orang. Bagi orang Islam, dunia sebagai jembatan penyeberangan ke akhirat, pendiriannya teguh, pantang menyerah dan tidak mengenal utus asa. Dan tidak seperti orang munafik, mereka selalu ragu-ragu pada kebenaran Allah (QS. At-taubah : 45).
“Sesungguhnya yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berjihad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan mereka”.
Kalau orang sudah dihinggapi penyakit ragu, sukar untuk mendapatkan kepastian. Diingatkan kepada intelektual, ilmu yang diperoleh lewat akal itu adalah karunia Allah, karena itu jangan menggunakan akal untuk membohongi Allah. Di situlah pentingnya terapan ilmu tauhid dan kerelaan berkorban sebagai konsekuensi para ilmuwan, yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Ilmuwan seperti itu selalu memperhatikan ayat Allah, QS. Shaad : 29
“(Al-Qur’an yang engkau sampaikan, wahai nabi Muhammad SAW adalah) sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh berkah supaya mereka (manusia seluruhnya) memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah) mendapat pelajaran”.
Peranan Al-Qur’an adalah menyangkut seluruh segi kehidupan, oleh karena itu Al-Qur’an menjadi landasan dalam pengkajian dan pengembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Titik beratnya adalah pada misinya yang sudah memberikan dasar akhlak/moral yang islami dalam kaitan dengan masalah ilmu pengetahuan. Artinya tidak semua ilmu itu membawa kepada kebahagiaan bahkan mungkin sebaliknya. Bilamana orang orang yang memiliki ilmu itu tidak punya akhlak/moral Islam harus diiringi oleh akhlak/moral yang luhur bagi setiap intelektual/cendekiawan. Demikian pula dengan teknologinya, Islam mengatur teknokrat dan teknologi bahwa apa yang dicitakan haruslah dalam rangka menegakkan kalimatullah. Kalau membangun gedung, proyek industri/pertanian, jalan raya atau dalam bidang kesehatan dan lain sebagainya bukan untuk kemaksiatan, tetapi mengabdi untuk kemaslahatan masyarakat. Islam tidak bertentangan sama sekali dengan IPTEK, bahkan Islam mengembangkan IPTEK untuk kemajuan agama dan peradaban manusia (Adaptasi oleh ESR dari tulisan Admiral Manan, 2011).

Kamis, 07 April 2011

Guruku

Bertemu lagi dengan guru ngajiku jaman kuliah, Pak Admiral Manan.
Mendapat hadiah buku kumpulan tulisan beliau berjudul "Cakrawala Dakwah".
Isinya seakan ditulis khusus untuk memenuhi kebutuhan spiritualku.
Di usia beliau yang sudah 77 tahun beliau masih rajin menulis, berdakwah sampai ke luar Jawa. Namun tetap saja umur selnya seakan memberi sinyal bahwa beliau harus lebih memperhatikan kesehatan...
Meski kaki beliau sakit, tetap saja semangatnya tidak pupus untuk tetap menulis dengan mesin ketik manual,
Karena mata beliau sudah tidak kuat jika menggunakan komputer/laptop
Sesudah itu baru naskahnya dibawa ke rental...
Semangat perjuangan untuk menegakkan agama Allah tidak akan pupus karena kendala-kendala itu
Beliau bahkan merasa memiliki beban jika memikirkan tentang siapa yang bakal meneruskan dakwahnya.
Andakah insan-insan yang akan meneruskan cita-citanya?
Siapkah memegang amanah untuk mengestafetkan agamaNYA kepada generasi berikutnya?
seperti yang diharapkannya?
Guruku, di eraku sekarang ini, untuk hidup jujur saja sungguh sulit,
dianggap aneh, dijadikan bahan tertawaan,
bagaimana aku bisa membantumu menegakkan agamaNYA,
demi menjawab kekhawatiranmu?

Rabu, 23 Februari 2011

PROGRAM PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN DENGAN MENGOPTIMALKAN POTENSI TANAMAN OBAT BERBENTUK RIMPANG (KUNYIT, JAHE, TEMULAWAK)

Wilayah Kabupaten Pasuruan sangat mendukung untuk pengembangan aneka produk pertanian mulai dari tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Pasuruan dari tahun ke tahun relatif stabil yaitu berkisar 20%. Namun besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB tidak secara otomatis menunjukkan tingkat kesejahteraan petani, mengingat mayoritas penduduk Kabupaten Pasuruan juga bekerja pada sektor tersebut. Hal ini berimplikasi terhadap rendahnya pendapatan perkapita petani. Oleh karena itu diperlukan berbagai sentuhan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk sehingga pendapatan yang diperoleh petani juga akan meningkat.
Tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak dan tanaman rimpang lainnya juga berkembang baik di Kabupaten Pasuruan. Luas areal penanaman juga cenderung semakin luas dengan adanya kerja sama Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) oleh Perum Perhutani. Untuk garapan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di petak 21-C saja tersedia lahan seluas 73 hektar yang belum ditanami dengan optimal. Jumlah keseluruhan lahan yang dikerjasamakan oleh perhutani mencapai 1.000 hektar. Jika lahan dibawah tegakan tersebut ditanami dengan tanaman obat-obatan berbentuk rimpang maka akan menggerakkan perekonomian di pedesaan.
Pasar jahe, kunyit, temulawak dan tanaman rimpang lainnya sangat terbuka. Sebagai gambaran, permintaan kunyit segar oleh Ciputra groups mencapai 70 ton/bulan dengan harga berkisar Rp. 1.500,-/kg. Belum lagi pasar ke industri jamu, dan konsumsi lokal untuk pewarna makanan dan jamu tradisional. Jika kunyit dijual dalam bentuk kering, maka harganya dapat mencapai Rp. 13.000/kg. Dengan biaya produksi berkisar Rp. 10 juta/mt dan hasil panen diperkirakan sebanyak 2 kg/m2 dengan asumsi total luas pematang sekitar 2.000 m2/hektar, maka hasil panen yang diperoleh berkisar = 8.000 m2 x 2 kg x Rp. 1.500,-/kg = Rp. 24 juta/hektar. Pendapatan bersih yang diperoleh petani mencapai Rp. 14 juta/hektar/MT. Sedangkan harga jual jahe emprit berkisar Rp. 8.000,-/kg; jahe merah Rp. 13.000,-/kg dan temulawak Rp. 1.600,-/kg.
Karena budidayanya masih bersifat sporadis dan tidak terkoordinir maka musim panen komoditas rimpang belum diatur agar setiap pekan/bulan terdapat tanaman yang siap panen sehingga dapat menjaga kontiyuitas pasokan bahan baku. Pada bulan 8, 9, 10 dari kecamatan Prigen saja setiap minggunya dapat mengirim sebanyak 1 truck kunyit, setara dengan 6 – 7 ton/minggu. Namun belum semua hasil produksi rimpang dilaporkan, sehingga tidak semua potensi terdeteksi oleh instansi pembina. Data yang masuk ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan produksi jahe pada bulan September 2010 tercatat sebagai berikut: Kecamatan Pasrepan 32.540 kg, Gempol 22.000 kg, Puspo 18.000 kg, Rembang 10.000 kg, Nguling 9.000 kg, Purwodadi 2.587 kg, Lumbang 1.980 kg, Kejayan 785 kg, bangil 420 kg, Purwosari 250 kg, Wonorejo 210 kg dan Winongan 143 kg.
Pengeringan hasil panen tanaman rimpang dapat dilakukan dengan penjemuran dibawah terik matahari ataupun menggunakan vacuum dryer. Namun dengan musim hujan yang tidak menentu seperti saat ini maka akan lebih maksimal hasilnya jika digunakan vacuum dryer dengan bahan bakar biogas. Biogas dapat dihasilkan dari limbah kotoran ternak dari sapi-sapi yang dimiliki petani.
Untuk mendukung upaya pengembangan ekonomi masyarakat petani tanaman obat-obatan ini diperlukan penguatan kelembagaan petani, baik itu kelompok tani maupun koperasi. Untuk itu diperlukan konsultan pendamping untuk menertibkan administrasi dan melakukan pemantapan kelembagaan.
Pengembangan tanaman obat berbentuk rimpang menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan fakta-fakta menyangkut kesehatan. Masyarakat yang memiliki penghasilan rendah cenderung mengalami tekanan hidup yang selanjutnya dapat menyebabkan berbagai penyakit yang serius. Tekanan hidup diperkirakan dapat melemahkan kondisi imunitas tubuh sehingga menyebabkan mereka lebih mudah sakit. Mereka mengeluh nyeri kepala, nyeri tengkuk, iritasi mata, nyeri mata, tinitus, hidung tersumbat, serangan jantung, hipertensi, sesak napas dan batuk, nyeri perut, konstipasi, diare, gangguan fungsi hati dan empedu, dimenore, gangguan prostat dan kandung kemih, nyeri punggung, nyeri otot dan sendi, impotensi, sulit tidur, depresi dan lain-lain. Pada prinsipnya, semua organ tubuh dapat menderita akibat tekanan hidup (Gendo, 2006). Fakta lain menunjukkan bahwa pada saat ini trend penyakit diabetes melitus (DM) atau yang lebih dikenal sebagai penyakit gula cenderung meningkat. Penyebab DM yang terbesar adalah stress. Dengan perubahan jaman yang semakin cepat, orang menjadi lebih mudah stress. Setelah mengidap DM orang akan cenderung lebih stress. Sementara obat-obatan yang dikonsumsi untuk menyembuhkan berbagai penyakit tersebut memiliki efek samping terhadap liver (hati). Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk menguatkan liver. Temulawak sangat baik untuk kepentingan tersebut.
Lebih jauh menganalisis tentang siapa saja yang memiliki resiko mengidap penyakit Diabetes Melitus (DM) maka posisi temulawak menjadi semakin penting. Berikut adalah orang-orang yang memiliki potensi mengidap DM, antara lain:
• Mereka yang kedua orang tuanya, salah satu orangtuanya, atau salah satu saudaranya menderita DM;
• Mereka yang salah satu anggota keluarga (kakek/nenek, paman/bibi, keponakan, sepupu) menderita DM;
• Ibu yang pernah melahirkan bayi dengan berat melebihi 4 kg;
• Mereka yang pada pemeriksaan pernah memiliki kadar gula darah melebihi 160mg%;
• Mereka yang menderita penyakit liver (hati) yang kronis atau agak berat;
• Mereka yang terlalu lama minum obat-obatan, mendapat suntikan atau minum tablet golongan kortikosteroid;
• Mereka yang terinfeksi virus tertentu. Misalnya virus Morbili, virus yang menyerang kelenjar ludah seperti virus pada penyakit gondongen.
Untuk lebih memasyarakatkan penggunaan jahe, kunyit dan temulawak dalam pengobatan sehari-hari di masyarakat, maka diperlukan pendidikan dan pelatihan tentang manfaat komoditas tersebut dan cara pengolahan serta konsumsi yang benar sehingga manfaat yang dirasakan semakin besar. Dengan menyiapkan obat-obatan sendiri di tingkat rumah tangga, maka biaya hidup yang diperlukan akan semakin kecil. Sehingga pengembangan tanaman obat-obatan seperti jahe, kunyit dan temulawak mempunyai double manfaat yaitu untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam mendukung Program Pengembangan Ekonomi pedesaan dengan mengoptimalkan Tanaman Rimpang, antara lain:
1. Sosialisasi Program Pengembangan Ekonomi pedesaan dengan mengoptimalkan Tanaman Rimpang;
2. Penyuluhan teknis budidaya tanaman obat-obatan berbentuk rimpang;
3. Pendidikan dan pelatihan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil rimpang, pengemasan, penyimpanan, distribusi dan pemasaran;
4. Pendidikan dan pelatihan tentang arti penting jahe, kunyit dan temulawak bagi kesehatan serta cara penyiapan, penyimpanan dan konsumsi yang benar;
5. Pembuatan data base tanaman rimpang meliputi luas areal budidaya, pasokan bibit, produksi, pengolahan dan pasar;
6. Penguatan kelembagaan kelompok melalui penyediaan jasa konsultan pendamping;
7. Fasilitasi pembangunan jaringan kemitraan petani dengan penyedia bibit dan pasar;
8. Promosi.

Disarikan oleh ESR dari data primer dan sekunder.

Minggu, 02 Januari 2011

RADIKAL-RADIKAL BEBAS (FREE RADICALS)

Pendahuluan
Radikal-radikal bebas merupakan molekul-molekul yang memiliki sebuah elektron yang tidak berpasangan. Radikal-radikal bebas dihasilkan oleh matabolisme normal sehingga akan selalu menyertai hidup kita. Radikal-radikal bebas akan menyebabkan kerusakan ketika dihasilkan secara berlebihan. Tugas penting radikal-radikal bebas adalah menghasilkan energi dari makanan yang kita makan. Setiap kali kita makan, aktivitas radikal bebas akan menjadi lebih intens. Radikal-radikal bebas mempercepat penuaan kulit, beberapa jenis kanker dan lainnya.

Radikal-radikal bebas bersifat sangat reaktif, strukturnya tidak stabil sehingga mampu untuk merusak sebuah enzyme, molekul protein atau sebuah sel yang lengkap dengan mencuri sebuah elektron dari sel-sel sehat. Apa artinya? Hal ini menyebabkan sebuah reaksi rantai yang memiliki efek domino (domino effect). Mereka dengan cepat menjadi tidak terkontrol serta memicu kerusakan organ-organ dan bagian-bagian lain dari tubuh termasuk otak dan sistem syaraf.

Antioksidan
Ahli nutrisi menyarankan kita untuk lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran karena mengandung antioksidan. Antioksidan-antioksidan yang sangat efektif antara lain vitamin A, C dan E serta mineral-mineral seperti selenium dan zinc. Buah-buahan dan sayur-sayuran seperti wortel, jeruk, apel, anggur, kecambah, tanaman lidah buaya cukup baik untuk menetralkan radikal-radikal bebas.

Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh. Oleh karena itu jika kita ingin memaksimalkan operasi dari semua sistem-sistem metabolisme, kita perlu mengkonsumsi makanan-makanan dengan kualitas terbaik yang mengandung vitamin, mineral, protein, lemak dan karbohidrat. Makanan juga dapat menyediakan antioksidan ---sebuah tim pertahanan molekuler---, dimana tidak seorang pun mampu melakukan tanpanya. Tetapi tetap harus diingat bahwa kita tidak dapat mendapatkan semua unsur gizi yang penting untuk kesehatan yang optimal hanya dari apa yang kita makan. Suplemen-suplemen juga sangat penting, penelitian terbaru banyak menyajikan bukti nyata yang mendukung hal itu. Penting juga untuk tidak memakan sesuatu yang salah, minimal tidak terlalu sering. Makanan-makanan seperti refined sugar, white flour, margarine, rancid or hydrogenated oils tidak baik untuk dikonsumsi di setiap kesempatan (terlalu sering). Mereka menghasilkan kalori, tetapi mereka kurang baik dalam menjaga kesehatan tubuh.

Memakan sesuatu dalam jumlah yang besar merupakan langkah yang merusak diri sendiri karena dapat menyebabkan obesitas. Karbohidrat seperti nasi, roti, mie, kue, biskuit, kentang dan lain sebagainya banyak mengandung karbohidrat. Ketika kita memakan karbohidrat, kita memakan beberapa bentuk gula karena karbohidrat dimodifikasi oleh tubuh menjadi glukosa, bentuk yang segera dapat digunakan sebagai energi. Jika konsumsi karbohidrat berlebihan, maka tubuh akan mengumpulkan kelebihan karbohidrat ke dalam sel-sel lemak. Hal inilah yang menyebabkan kelebihan berat (overweight), bahkan menjadi obesitas dari tahun ke tahun. Dengan mengurangi asupan karbohidrat, mengontrol porsi makan serta bergaya hidup aktif, kita akan menurunkan resiko tubuh dari semua aktivitas radikal-radikal bebas.

Makanan yang Digoreng
Selain itu perlu juga untuk memperhitungkan proses pengolahan makanan yang digunakan. Terdapat kesadaran di antara konsumen tentang efek penyakit dari mengkonsumsi makanan-makanan yang digoreng. Ada berbagai artikel yang menghujat proses deep frying sebagai cara pengolahan yang sangat tidak sehat. Pertanyaannya, apa yang terjadi selama proses penggorengan yang membuat hal itu lebih buruk dibandingkan dengan proses lain seperti pemanggangan, perebusan, penumisan, penggorengan yang bergerak dan pembakaran dan sebagainya? Telah dilakukan studi di Drexel University untuk menentukan proses pengolahan yang menghasilkan jumlah kandungan lemak terbesar di dalam makanan. Proses-proses yang diuji adalah pemanggangan, penumisan dan deep frying. Tidak mengherankan bahwa proses pemanggangan menghasilkan jumlah lemak terkecil, sementara proses deep frying menghasilkan jumlah lemak yang terbanyak. Hal ini akan lebih buruk ketika kita menggoreng makanan dengan membungkusnya dengan adonan disekelilingnya, karena adonan tersebut cenderung menyerap minyak (cooking fats).

Kebanyakan rumah makan cenderung menggoreng makanan di dalam butter, margarine atau hidrogenated vegetable oils yang mengandung trans-fat. Menggoreng makanan di dalam butter cenderung meningkatkan kandungan lemak-lemak jenuh (saturated fats) di dalam makanan. Sebagai contoh, jika kita menggoreng dada ayam di dalam butter, otomatis kita menambahkan lemak-lemak jenuh yang telah ada di dalam ayam. Karena butter kaya dengan lemak-lemak jenuh, lebih baik kita menggunakannya dengan tidak berlebihan. Kentang goreng seringkali diolah menggunakan hidrogenated vegetable oils otomatis dia diikat dengan trans-fats yang memicu isu-isu kesehatan seperti kanker.

Makanan-makanan yang digoreng di dalam vegetable oils seperti jagung, bunga matahari, kedelai dan canola juga ditemukan menjadi tidak sesuai karena minyak-minyak ini rentan terhadap kerusakan akibat panas selama proses penggorengan. Polysaturated fat chains yang terkandung di dalam minyak-minyak ini cenderung menjadi tengik ketika terkena panas tinggi dan dapat menghasilkan radikal-rasikal bebas di dalam tubuh, menyebabkan inflammation dan reaksi-reaksi tidak sehat lainnya.

Makanan-makanan yang digoreng tidak baik bagi yang ingin menurunkan berat badan. Proses penggorengan akan meningkatkan kalori akibat penambahan kadar lemaknya. Memakan makanan-makanan yang digoreng dalam penggorengan yang bergerak, direbus ataupun dipanggang akan lebih sehat karena hanya sedikit panas yang memicu kerusakan dan tidak ada peningkatan kandungan lemak/kalori secara nyata (ESR).

Disarikan dari berbagai sumber

Sabtu, 01 Januari 2011

PENANGANAN PASCA PANEN PISANG

Tanaman pisang dapat tumbuh di seluruh wilayah di Indonesia. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap petani menanam pisang, meskipun hanya di pekarangan. Namun di beberapa daerah pisang telah dibudidayakan secara perkebunan. Buah pisang juga sangat melekat dengan budaya bangsa Indonesia. Hal ini terbukti bahwa di setiap tahapan proses kehidupan sejak kelahiran bayi, pernikahan sampai dengan kematian serta dalam setiap acara keluarga ataupun rapat, dapat ditemukan pisang dalam segala bentuknya.

Memilih pisang sebagai bagian dari kehidupan tidaklah salah, mengingat pisang merupakan sumber nutrisi yang cukup baik bagi segala umur. Pisang merupakan sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Pisang dapat disajikan sebagai buah pisang masak tanpa diolah (segar) ataupun dalam bentuk olahan. Olahan pisang dapat dibuat dari pisang yang belum masak maupun pisang yang sudah masak. Makanan seperti keripik dan tepung pisang diolah dari pisang mentah yang sudah tua. Sementara makanan seperti jus, dodol, gethuk, selai, ledre, sale, sari buah, makanan bayi dan sebagainya. Selain itu dari limbah kulit buah pisang dapat dihasilkan pektin melalui metode ekstraksi menggunakan pelarut asam klorida ataupun asam asetat.

Tujuan pengolahan buah pisang adalah meningkatkan manfaat, memperpanjang umur simpan serta mengoptimalkan pendapatan petani dan pelaku industri. Pada saat ini pengolahan pisang kebanyakan masih dilakukan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal ini salah satunya disebabkan oleh sulitnya memperoleh bahan baku yang seragam, baik varietas maupun tingkat kematangan, dalam skala pabrik secara kontinyu (terus-menerus). Perlu diingat bahwa varietas pisang yang ditanam oleh masyarakat sangat beragam. Selain itu, belum banyak dikembangkan pola kemitraan dalam budidaya pisang antara petani dan pelaku industri. Pengusaha dengan skala pabrikan dan peralatan yang berkapasitas besar akan melakukan inefisiensi biaya proses jika peralatan tersebut tidak dioperasikan dalam kapasitas yang optimal. Namun kondisi ini justru dapat dimanfaatkan oleh UKM. Dengan skala usaha yang kecil dan peralatan yang sederhana, UKM justru dapat menghasilkan varian produk yang bermacam-macam. Dengan begitu, pasar yang dapat dibidik oleh UKM spektrumnya semakin luas. Mengingat setiap jenis pisang memiliki keunggulan tersendiri, misal pisang kepok dan candi lebih enak dijadikan pisang goreng, pisang ambon lebih enak disajikan sebagai buah segar dan seterusnya.

Untuk menghasilkan produk yang bagus diperlukan bahan baku yang bagus pula. Namun bahan baku yang bagus tanpa diikuti dengan proses yang tepat juga tidak akan menghasilkan produk yang terbaik. Hal-hal yang harus diperhatikan sejak awal diantaranya:
1. Pisang dipanen pada saat sudah mencapai tingkat kemasakan yang optimal;
2. Pengangkutan dari lahan sampai dengan tempat pengolahan dilakukan dengan hati-hati agar pisang tidak memar karena dapat memicu pembusukan;
3. Sortasi pisang berdasar varietas dan tingkat kemasakannya;
4. Menyiapkan peralatan yang diperlukan serta bahan tambahan makanan yang aman untuk pangan;
5. Menjaga agar proses pengolahan berjalan sesuai prosedur;
6. Mengemas produk menggunakan bahan kemasan yang aman dengan desain yang menarik konsumen dan tidak lupa mencantumkan merek, komposisi, alamat usaha disertai nomor telpon, serta tanggal kadaluwarsa.
7. Melengkapi perijinannya, jika sudah ada nomor P-IRT, dicantumkan di kemasan juga.

Usaha pengolahan pisang dalam skala UKM cocok untuk dilakukan oleh ibu rumah tangga. Pekerjaannya dapat dilakukan setelah mengurus rumah sambil menunggu buah hatinya pulang sekolah. Pemasarannya dapat dititipkan di kantin sekolah, warung, ataupun membayar sales. Dengan membuka usaha pengolahan pisang, seorang ibu rumah tangga dapat menambah penghasilan keluarga serta menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Dampaknya secara makro adalah tumbuhnya perekonomian di tingkat pedesaan (ESR).

Jumat, 31 Desember 2010

DO’A DAN PENGHARAPAN RAKYAT

Allah, Tuhanku yang penuh kasih, ijinkan kami untuk menjadi kekasih-MU,
Karena Engkau pun Maha Penyayang, pilihlah kami untuk menjadi kesayangan,

Cerdikkan akal kami untuk lebih mengenal-Mu,
Mengenal Kemahabesaran-Mu, kebaikan-Mu, kekuasaan-Mu,
Agar kami lebih mengerti akan keterbatasan dan ketakberdayaan kami,

Santunkan tutur kami agar tiada lagi pertikaian terjadi karenanya,
Satukanlah kami dalam kebaikan,
Agar tidak ada lagi pertentangan antara Muslim dan Nasrani,
Antara Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah,

Terangkanlah hati para pemimpin kami,
Agar mereka lebih memikirkan kondisi negara dan bangsa kami,
Membangun sistem pemerintahan yang akuntabel,
Mencari solusi akan kemiskinan dan pengangguran,
Menghapuskan kesenjangan,
Menjaga hutan, laut, sungai dan tanah kami,
Membangun sistem pendidikan yang baik,
Menghapuskan buta huruf dan angka,

Tuhanku yang Maha Pengatur,
Mudahkanlah segala urusan kami,
Agar kami sejahtera dan bahagia di dunia,
Dan mencukupkan bekal kami untuk menghadap-Mu,

Tuhanku yang Maha Pemurah,
Limpahilah kami dengan rizki-Mu yang halal, rizki-Mu yang barokah,
Sehatkanlah tubuh kami, agar memiliki tenaga untuk menjemputnya,

Tuhanku Sang Maha Penolong,
Hanya kepada-Mu kami menyembah,
Dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan,
Kabulkanlah do’a dan pengharapan kami ya Allah,
Karena hanya Engkaulah yang dapat mengabulkan segala do’a
Amiiin (ESR).

BELAJAR DARI KEMELARATAN, PENDERITAAN DAN COBAAN

Pendahuluan (Fakta dan Data)
Tak ada selembar pun daun yang jatuh tanpa ijin-Nya. Dan apapun yang terjadi tujuannnya adalah untuk memuliakan kita. Di ujung tahun 2010 ini, saat yang baik untuk mengingat kembali beberapa pelajaran hidup yang diberikan-Nya bagi kebaikan umat manusia. Masih belum hilang dari ingatan kita beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik dari bencana yang terjadi di Indonesia, mulai dari Gempa dan Tsunami di Aceh, 26 Desember 2004 yang menghentakkan kemapanan, Gempa di Yogjakarta, 27 Mei 2006, Kelaparan di Yahukimo pada September 2009, Gempa di Padang, 30 September 2009 dan yang masih segar dari ingatan kita adalah Banjir di Wasior, 4 Oktober 2010, Gempa dan Tsunami di Mentawai, 25 Oktober 2010 dan erupsi Gunung Merapi 26 Oktober 2010, serta yang sampai saat ini masih tetap berlangsung adalah erupsi Gunung Bromo. Bahkan Kepala BNPB, seperti yang kusaksikan di Kabar Siang tvOne, hari ini, 31 desember 2010 memprediksi bahwa di Bulan Januari – Maret 2011 masih sangat dimungkinkan terjadinya banjir bandang, putting beliung dan sejenisnya akibat dari anomali musim akibat pemanasan global.

Pelajaran yang Dapat Dipetik
Kerusakan yang ditimbulkan oleh kemelaratan, penderitaan dan cobaan tersebut meliputi harta dan nyawa yang sudah tak terbilang jumlahnya. Ribuan orang meregang nyawa, infrastruktur dan lahan porak poranda. Maka, kiranya kita dapat mengambil banyak pelajaran, betapa kekuasan Allah, Tuhan Pencipta Alam ini sangat besar. Karenanya tidak layak bagi kita, ---manusia--- untuk menyombongkan diri, terlalu congkak untuk bersyukur, tidak mau bersujud di hadapan-Nya, menggunakan kekuasaan untuk berlaku sewenang-wenang, merusak alam, mengkorupsi hak orang lain, menggunakan sedikit kecerdasan yang dipinjamkan Allah untuk menipu orang-orang yang tidak berdaya, dan tidak peduli lagi akan penderitaan orang-orang di sekitar.
Tuhan, mengijinkan kemelaratan, penderitaan dan bencana untuk mengajari kita tentang bagaimana seharusnya memperlakukan alam, mengasihi sesama, bekerja sama dalam mengatasi masalah, dan menggunakan kekuasaan secara bijak. Oleh karenanya kita harus ikhlas menerima semuanya. Karena hal-hal tersebut yang menjadikan kita lebih mulia sebagai manusia yang seutuhnya. Kita harus tetap belajar, berkarya untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan kita sebagai pribadi dan menebarkan kebaikan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang saling peduli dan menyayangi. Maka kedamaian akan tercipta. Dalam suasana damai, akan lebih dimungkinkan bagi dilakukannya ibadah, upaya berdialog dengan Sang pencipta, untuk mengerti tentang tujuan penciptaan kita. Jika Allah menghendaki, maka kasih sayang-Nya akan mengijinkan kita untuk berpulang ke surga yang dijanjikan-Nya.

Dasar Hukum
Ada baiknya kita manfaatkan detik-detik terakhir menutup tahun 2010 ini dengan membuka kembali apa yang diwahyukan-Nya mengenai hal ini. Dalam QS. Al-Baqarah (2) ayat 213 – 214:
213. Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-NYA bersama mereka kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian diantara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
214. Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Dalam ketundukan (ketakutan) dan kepatuhan kepada-Nya, kita harus tetap optimis, ---terus belajar dan berkarya dengan ikhlas--- yakin bahwa dalam kemelaratan, penderitaan dan cobaan yang terjadi ada banyak hikmah yang dapat dijadikan pelajaran hidup bagi kita. Dan Allah, telah berjanji bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan sebagaimana tertuang dalam QS. Alam Nasyrah (94) ayat 5 – 8:
5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
6. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
7. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
8. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

Bahkan menurut M. Quraish Shihab, penulis Tafsir Al Misbah, karena jaraknya sangat dekat dapat diartikan sebagai “sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. Jadi janganlah kita berputus asa, mari kumandangkan syair-syair doa yang mengagungkan dan menyucikan nama-Nya sembari terus belajar dan berkarya. Detik-detik tahun baru 2011 akan segera datang, mari kita sambut dengan penuh syukur dan pengharapan, semoga hari esok lebih baik! Amiiin (ESR).